ACEH - Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh melalui Seksi Pelayanan Haji dan Umrah (PHU) menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1446 H/2025 M. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik dan berdampak. Rapat berlangsung di Aula PLHUT Kemenag Kota Banda Aceh pada Rabu (30/07/2025).
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Layanan Haji Mandiri, Ramah Lansia, dan Haji Berdampak”, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan refleksi menyeluruh atas pelaksanaan ibadah haji tahun berjalan. Sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyusun perencanaan dan penguatan layanan haji ke depan yang lebih adaptif, inovatif, dan inklusif terutama dalam menjawab dinamika kebutuhan jemaah haji di era modern.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, H. Salman, S.Pd., M.Ag., didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha, Kusnadi, S.Ag., M.A., dan Kepala Seksi PHU, Dr. H. M. Iqbal, S.Ag., M.H.
Baca juga: Layanan Kelas Sultan, Asrama Haji Aceh Juara Nasional 2025!
Dalam kesempatan tersebut, H. Salman menekankan bahwa evaluasi ini merupakan bagian penting dari upaya perbaikan layanan haji secara berkelanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya penerapan pendekatan manasik haji SEHATI, yang mengedepankan sinergi antara petugas, pembimbing, dan jemaah untuk menciptakan pengalaman ibadah haji yang lebih terarah dan bermakna.
“Jemaah harus diperkuat dalam manasik SEHATI agar tidak muncul rasa curiga atau kesalahpahaman dalam pelaksanaannya. Semangat ini, jika dibangun sejak awal, akan berdampak positif bukan hanya bagi jemaah di Banda Aceh, tapi juga bisa menjadi model nasional. Jemaah yang siap secara mental dan spiritual akan lebih khusyuk dalam melaksanakan ibadah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa layanan haji masa depan harus profesional, cepat, ramah lansia, serta berorientasi pada dampak sosial dan spiritual sekembalinya jemaah ke tanah air.
Pada sesi pemaparan, Dr. H. M. Iqbal, S.Ag., M.H., selaku moderator rapat, menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji 1446 H secara umum berjalan lancar. Namun demikian, ia menekankan bahwa masih terdapat beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan, antara lain koordinasi antarsektor, penyampaian informasi kepada jemaah, serta peningkatan layanan melalui inovasi berbasis teknologi.
“Kita ingin memastikan bahwa haji bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar memberi pengalaman ibadah yang utuh. Khususnya bagi jemaah lansia yang memerlukan pendekatan dan layanan khusus,” jelasnya.
Baca juga: Jemaah Haji Bener Meriah Terima Sertifikat Penghargaan dari Kemenag
Dalam forum evaluasi ini, dirumuskan beberapa poin penting sebagai rekomendasi strategis ke depan, antara lain:
- Penguatan materi manasik yang disesuaikan dengan regulasi dan kebijakan terbaru dari Pemerintah Arab Saudi.
- Pengetatan seleksi petugas kloter haji tahun 2026 di tingkat Kota Banda Aceh guna memastikan kompetensi dan profesionalisme petugas.
- Peningkatan pembinaan serta verifikasi lapangan terhadap jemaah pendamping mahram untuk menjamin kelayakan dan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
Diskusi berlangsung aktif, dengan beragam masukan dari peserta terkait evaluasi teknis keberangkatan dan kepulangan jemaah, pelayanan konsumsi, akomodasi, transportasi, bimbingan ibadah, hingga penanganan jemaah lansia dan disabilitas.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal Kementerian Agama, terus bersinergi dalam mewujudkan layanan haji yang profesional, inklusif, dan berdampak jangka panjang. Tidak hanya pada aspek teknis dan logistik, tetapi juga dalam membentuk jemaah yang tangguh, mandiri, serta menjadi agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aceh.kemenag.go.id