Jumat, 01 AGUSTUS 2025 • 22:52 WIB

Bawa Budaya Aceh ke Pentas Nasional, Dwi Ikut Kelas Eksklusif Bareng Maestro Seni

Author

Dwi Indriani, mahasiswi Sendratasik USK, jadi satu-satunya wakil Aceh di Program Belajar Bersama Maestro bidang Tari. (Dok : usk.ac.id)
ACEH -
Dwi Indriani, mahasiswi Program Studi Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2022, terpilih mengikuti Program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Program ini mempererat hubungan antara seni dan budaya Indonesia melalui pengalaman belajar langsung bersama para maestro seni. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya, serta membentuk karakter generasi muda.

Program residensi seni budaya ini berlangsung selama 30 hari, mulai 22 Juli hingga 18 Agustus 2025. Dalam pelaksanaannya, program ini mempertemukan mahasiswa dengan para maestro seni dari berbagai kota di Indonesia.

Tahun ini, Program BBM berfokus pada enam bidang seni, yaitu sastra, pedalangan, seni lukis, keroncong, tari, dan teater dengan masing-masing bidang diikuti oleh 10 peserta. Dwi Indriani berhasil lolos seleksi di bidang tari dan ditempatkan di Yogyakarta.

Baca juga: FK USK Gandeng Denmark & AS, Luncurkan Program SEULANGA untuk Anak Banda Aceh

“Alhamdulillah, setelah melalui beberapa tahapan seleksi seperti pengumpulan portofolio, saya dinyatakan lolos dalam bidang tari,” ujar Dwi.

Ini merupakan pencapaian yang membanggakan baginya. Ini juga menjadi kali pertama ia mengikuti kegiatan seni di luar Aceh, sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan dari Aceh yang terpilih dalam bidang tari untuk program ini di Yogyakarta. Ia pun merasa sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraihnya.

Selama masa residensi, Dwi bertemu dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua, Kalimantan, dan Palu. Selain menjadi ajang pembelajaran seni, program ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling bertukar budaya dan pengalaman yang sangat berharga.

Kegiatan pelatihan dibimbing langsung oleh maestro seni tari legendaris dari Yogyakarta, Eyang Didik Nini Thowok. Selama satu bulan, para peserta mengikuti beragam materi, mulai dari pengenalan dan perlindungan budaya, hingga persiapan menuju pementasan karya akhir di penghujung masa residensi.

Dibimbing langsung oleh maestro legendaris Eyang Didik Nini Thowok, Dwi dan peserta lain dari seluruh Indonesia saling belajar, berbagi budaya, dan tumbuh bersama. (Dok : usk.ac.id)

Setiap harinya, para peserta mendapatkan materi yang beragam, mulai dari tari Bali, penataan kostum, manajemen sanggar, hingga berbagai aspek pendukung lainnya dalam dunia seni tari.

Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman generasi muda dalam upaya melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya Indonesia.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari program ini. Semoga pengalaman ini menjadi pijakan awal bagi perjalanan saya di dunia seni, khususnya seni tari, dan bisa membawa manfaat untuk daerah asal saya, Aceh,” harap Dwi.

Para peserta Program BBM berhak mendapatkan fasilitas berupa akomodasi, konsumsi, transportasi, uang saku harian, sarana pelatihan, serta biaya pementasan atau gelar karya yang sepenuhnya difasilitasi oleh pihak penyelenggara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU