Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 25 JULI 2025 • 23:10 WIB

Good Forest Indonesia dan ARC-USK Kolaborasi Bangun Industri Nilam di Kalimantan Tengah

Good Forest Indonesia dan ARC-USK Kolaborasi Bangun Industri Nilam di Kalimantan TengahGFI dan ARC-USK berkomitmen mengembangkan budidaya nilam berbasis komunitas di Kalteng demi ekosistem yang lebih lestari. (Dok : usk.ac.id)

ACEH - Good Forest Indonesia (GFI) menggandeng Pusat Penelitian Atsiri Universitas Syiah Kuala (ARC-USK) sebagai mitra teknis dalam pengembangan budidaya nilam berbasis komunitas di Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa (23/07/2025).

Kolaborasi ini ditandai dengan pelaksanaan Training of Trainer (ToT) selama lima hari, 20–24 Juli 2025, di Desa Sumur Mas, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Direktur ARC-USK, Dr. Syaifullah Muhammad.

Direktur GFI, Fadhilah Hanum, menyampaikan bahwa GFI menjalankan program reforestasi berbasis agroforestri untuk memulihkan kawasan hutan yang terdegradasi, khususnya di wilayah eks-tambang pada lahan mineral. Dalam model ini, masyarakat didorong untuk menanam berbagai jenis pohon bernilai ekonomi, seperti sengon, jengkol, pete, kakao, dan nilam.

“Good Forest Indonesia mengembangkan program reboisasi yang tidak hanya fokus pada pemulihan ekosistem, tetapi juga menghadirkan sumber pendapatan alternatif bagi petani. Tanaman nilam kami perkenalkan karena memiliki potensi ekonomi jangka pendek yang menjanjikan,” ujar Ririen.

Baca juga: Mahasiswa USK Tunjukkan Cara Keren Ubah Limbah Kopi Jadi Produk Berguna

Dalam dua tahun terakhir, GFI telah memulai pengembangan budidaya nilam lengkap dengan unit penyulingan (destilasi) minyak atsiri. Ke depan, GFI menargetkan perluasan program di berbagai kecamatan di Kalimantan Tengah melalui pendekatan berbasis komunitas. Program tersebut meliputi pelatihan, pendampingan teknis, distribusi bibit, pemantauan lapangan, hingga fasilitasi akses ke pasar.

Ririen menjelaskan bahwa ARC-USK dipilih sebagai mitra karena rekam jejaknya yang kuat dalam pengembangan komoditas atsiri, khususnya nilam.

“ARC memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam penelitian, inovasi teknologi penyulingan, serta pendampingan petani. Ini merupakan nilai tambah penting dalam memastikan keberhasilan program nilam di Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Kolaborasi ini juga diharapkan memungkinkan GFI mengambil pelajaran dari keberhasilan program pengembangan nilam berbasis masyarakat yang telah dijalankan ARC di Aceh. “Visi kami sejalan: membangun industri nilam yang berkelanjutan dan inklusif, dengan melibatkan petani dari hulu ke hilir,” tambah Ririen.

Sementara itu, Direktur ARC-USK, Dr. Syaifullah Muhammad, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif GFI. “Kami siap berbagi pengalaman dari keberhasilan program nilam di Aceh, baik dalam hal inovasi teknologi, penguatan kapasitas petani, maupun model pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk mendorong pengembangan industri atsiri di Kalimantan Tengah secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Syaifullah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Good Forest Indonesia dan ARC-USK Kolaborasi Bangun Industri Nilam di Kalimantan Tengah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!