Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 25 JULI 2025 • 20:38 WIB

Mahasiswa USK Tunjukkan Cara Keren Ubah Limbah Kopi Jadi Produk Berguna

Mahasiswa USK Tunjukkan Cara Keren Ubah Limbah Kopi Jadi Produk BergunaMahasiswa KKN USK ajak warga Lut Kucak, Bener Meriah berinovasi lewat sabun ramah lingkungan. (Dok : usk.ac.id)

ACEH - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan inovasi dengan mengolah ampas kopi menjadi sabun cuci piring di GOR Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Kelompok KKN Tematik Literasi 2025 USK ini terdiri atas M. Syahidal Akbar Zas (Ketua), bersama anggota Cut Putri Liana Syafina Rabiula, Viola Puspa Sari, Nelvianda Raudatul U., Fanotona Putra Kristian, Salman Alfarisi, Anastasia Changi, Al-Mahfudz Fadhlur Rohman, dan Fajar Osama. Masyarakat setempat sangat antusias dengan kegiatan tersebut.

M. Syahidal Akbar Zas menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat, terutama dari ibu-ibu kampung yang menjadi peserta utama dalam pelatihan ini.

Acara dibuka dengan sesi pembukaan, pembacaan doa, dan sambutan dari ketua KKN, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi sederhana mengenai manfaat ampas kopi sebagai bahan utama sabun cuci piring.

Baca juga: Mahasiswa USK Bawa Semangat Aceh ke Malaysia Lewat KKN Internasional

Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa ampas kopi memiliki sifat abrasif yang efektif untuk mengangkat lemak dan kerak pada peralatan makan. Selain itu, bahan ini ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan sangat terjangkau.

Kegiatan ini juga diikuti oleh pemuda-pemudi kampung yang aktif terlibat dalam proses pembuatan sabun, mulai dari pencampuran bahan hingga pengemasan produk jadi. Kehadiran mereka menambah semangat kebersamaan sekaligus memperkuat kolaborasi antarwarga.

“Pemilihan ampas kopi sebagai bahan utama tidak terlepas dari fakta bahwa kopi merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Bener Meriah, termasuk di Kampung Lut Kucak,” jelas Syahidal.

Melimpahnya ampas kopi menjadi pemicu kesadaran masyarakat bahwa limbah ini bisa diolah menjadi produk bernilai jual.

Baca juga: Ketua BEM USK Muhammad Ikram Terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM SI-K 2025–2026

Tak hanya melakukan pelatihan, mahasiswa KKN juga telah menyiapkan kemasan dan label produk yang dapat langsung digunakan oleh warga, sehingga sabun yang dihasilkan tidak hanya untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga bisa dijual ke masyarakat luas.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu peserta mengapresiasi ilmu baru yang sederhana namun sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Karena jumlah sabun yang diproduksi cukup banyak, kegiatan dilanjutkan dengan proses pengemasan tahap kedua.

Syahidal berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya pada masa KKN, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri. Dengan dukungan dan keterlibatan mitra lokal di sekitar kampung, diharapkan produk sabun ampas kopi ini dapat menjadi cikal bakal usaha kecil atau UMKM yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menumbuhkan semangat kreatif dan produktif masyarakat Lut Kucak,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

BERITA TERBARU

Mahasiswa USK Tunjukkan Cara Keren Ubah Limbah Kopi Jadi Produk Berguna

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!