Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 16:59 WIB

Bupati Aceh Timur Mengalihkan Anggaran Mobil Dinas Demi Bangun Jembatan

Author

Bupati Aceh Timur mengalihkan anggaran mobil dinas pribadinya untuk pembangunan jembatan di Desa Alue Mirah, Kecamatan Pante Bidari. (Dok : acehtimurkab.go.id)
ACEH -
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengalihkan anggaran mobil dinas pribadinya untuk pembangunan jembatan di Desa Alue Mirah, Kecamatan Pante Bidari.

Pembangunan jembatan tersebut akan segera direalisasikan tahun 2025. Jembatan itu dikabarkan ambruk sejak tahun 2023 dan sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses utama lintas kecamatan.

“Jembatan ini sudah roboh dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Maka akan segera kita bangun tahun ini dengan mencoret anggaran mobil dinas pribadi saya sebesar Rp850 juta dan mengarahkannya untuk pembangunan jembatan ini,” tegas Bupati Al-Farlaky saat meninjau lokasi pada Senin (04/08/2025).

Ia menambahkan, jika dana tersebut tidak mencukupi, maka pembangunan akan dilanjutkan pada anggaran tahun berikutnya.

Baca juga: Dukung Ekonomi Warga, Bupati Aceh Timur Hadirkan Getek Sebagai Penghubung Desa

Jembatan Alue Mirah merupakan penghubung utama antara Kecamatan Pante Bidari dan Indra Makmur, khususnya di jalur pedalaman. Mobilitas masyarakat di jalur ini cukup tinggi, terutama para petani yang setiap hari membawa hasil pertanian seperti sawit, kakao, karet, dan palawija.

Untuk mencapai desa Alue Mirah, warga harus menempuh perjalanan sejauh 11 kilometer dari jalan lintas Medan–Banda Aceh atau dari arah Lhok Nibong.

Akibat ambruknya jembatan utama, masyarakat kini terpaksa menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa. Namun, kondisi jembatan darurat tersebut berbahaya dan pernah menyebabkan seorang warga terjatuh ke sungai.

Bupati Al-Farlaky menyatakan bahwa jika akses infrastruktur diperbaiki, maka wilayah tersebut bisa menjadi penopang ekonomi daerah. Hal ini karena wilayah Pante Bidari memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama di sektor pertanian dan perkebunan.

Baca juga: Bupati Aceh Timur Raih Pejabat Inspiratif di The Acehpost Award 2025

“Pante Bidari ini memiliki potensi alam yang luar biasa, mulai dari perkebunan sawit, kakao, karet, hingga tanaman pangan. Tapi akses jalan dan jembatan yang layak menjadi kunci agar potensi ini bisa benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” jelas Bupati.

Warga menyambut baik keputusan Bupati yang berpihak pada kebutuhan masyarakat pedalaman.

“Jembatan ini adalah nadi ekonomi kami. Setiap hari kami mengaksesnya untuk membawa hasil panen. Kami sangat berharap pembangunan segera dimulai,” ujar Abdullah, warga setempat.

Abdullah mengaku khawatir jembatan tersebut akan roboh jika datang banjir.

Baca juga: Pengurus Baru IDI Aceh Timur 2025-2028 Resmi Dilantik, Bupati Al-Farlaky Dorong Profesionalisme Dokter

“Kami tidak ingin ada korban lagi di sini. Kami sangat butuh sentuhan Pak Bupati dengan segera. Terima kasih banyak, Pak Bupati, atas perhatiannya,” tutup Abdullah.

Selain meninjau Jembatan Alue Mirah, dalam kunjungan kerjanya ke kawasan pedalaman tersebut, Bupati Al-Farlaky juga melihat kondisi dua jembatan lain di Desa Buket Rata, Kecamatan Pante Bidari.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Dr. Darmawan Ali; Camat Pante Bidari beserta perangkat desa; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bustami, S.Pd., M.Pd.; Kepala Dinas Keuangan Daerah, Zulkifli; pejabat dari Satpol PP dan WH; Kepala Puskesmas; serta pihak Bappeda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Acehtimurkab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU