ACEH - Dalam rangka memperingati Hari Gajah Sedunia, Sophie’s Sunset Library bersama Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Kanot Bu Ekosistem, dan Nata the Kongkow mengadakan berbagai kegiatan yang dimulai pada tanggal 12 Agustus hingga 17 Agustus 2025.
Kegiatan ini bukan hanya peringatan simbolis, melainkan sebagai ruang belajar, refleksi, sekaligus hiburan. Banyak agenda menarik yang diadakan, mulai dari historical trip di Pulo Gajah dan Gunongan yang mengajak peserta menelusuri jejak sejarah gajah di Kesultanan Aceh, hingga dialog partisipatif dan workshop persampahan.
Tak ketinggalan, berbagai lomba seru juga digelar dengan konsep menarik sehingga mampu meningkatkan antusiasme peserta untuk berpartisipasi.
Salah satu momen penting adalah Dialog Partisipatif yang diadakan pada 16 Agustus di Sophie’s Sunset Library. Acara ini mengangkat tema tentang gajah dalam perspektif sejarah masa lalu dan kini, serta sains. Peserta bukan hanya dari Aceh, namun juga menjadi pertemuan lintas provinsi dan negara. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap gajah bukan hanya terjad di lokal, namun juga menjadi isu global.
Baca juga: Me-Onderfull Goes to Aceh : Serunya Lomba Kucing hingga Promosi Budaya
Acara dimulai dengan pembacaan Hikayat Aceh, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan seputar sejarah, budaya, dan sains tentang gajah. Suasana semakin hidup karena para peserta sangat antusias berdialog.
Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba mural yang diikuti oleh beberapa peserta yang menampilkan ide kreatif mereka dalam bentuk visual. Untuk mengasah kemampuan, panitia juga mengadakan lomba Ranking Satu yang berkaitan dengan gajah yang sudah dibahas sebelumnya.
Seluruh rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Gajah Sedunia ini, berhasil menciptakan ruang edukatif, refleksi, sekaligus hiburan. Melalui dialog, workshop, hingga lomba-lomba kreatif, seluruh peserta diajak untuk lebih memahami betapa pentingnya gajah bagi sejarah, budaya, dan keseimbangan ekosistem. Gajah bukan hanya satwa, namun juga living history yang dilindungi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk menjaga dan melestarikan gajah sebagai bagian dari warisan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung