Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 23:36 WIB

Wali Kota Banda Aceh Dorong Transformasi RSUD Meuraxa Jadi Rumah Sakit Berdaya Saing

Author

Wali Kota Banda Aceh, Illiza membuka pelatihan ESQ di RSUD Meuraxa. (Dok : prokopim Banda Aceh)

ACEH - Pelatihan “Service from Heart & Learn Behavior Change Program” yang digelar Tim Emotional Spiritual Quotient (ESQ) secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Kegiatan ini berlangsung di aula RSUD Meuraxa pada Kamis (21/8/2025).

Acara digelar selama tiga hari, 21–23 Agustus 2025, dengan diikuti ratusan peserta yang terdiri atas tenaga kesehatan, staf administrasi, dan manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kota Banda Aceh tersebut.

Dalam kesempatan itu, Illiza mengatakan ESQ Opening Training sangat relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan saat ini.

“Pasien yang datang bukan hanya membutuhkan obat, tetapi juga membutuhkan ketulusan, senyum, dan hati yang melayani.”

Baca juga: Karnaval HUT RI di Langsa Dinodai Aksi Rasisme ke Papua, Netizen Geram!

Ia berharap, tiga hari ke depan dapat menjadi momentum untuk menanamkan budaya kerja baru: bekerja dengan hati, melayani dengan ikhlas, serta bertransformasi menuju rumah sakit yang lebih profesional dan berdaya saing.

“Karena pada akhirnya, keberhasilan rumah sakit bukan diukur dari bangunan atau fasilitas semata, melainkan dari kepuasan dan kebahagiaan pasien yang kita layani,” ujar Illiza.

Wali kota menekankan, usai pelatihan ini harus ada perubahan perilaku dalam pelayanan kesehatan di RSUD Meuraxa. “Kita harus tahu tujuan kita di RS ini. Dengan fasilitas pendukung yang baik, kita harus bisa memberikan pelayanan yang prima.”

Lebih lanjut, ia juga bersyukur karena di tengah berbagai keterbatasan, RSUD Meuraxa terus menunjukkan semangat perubahan. “Alhamdulillah, kami berhasil menurunkan utang rumah sakit dari Rp49 miliar menjadi hanya Rp1,7 miliar,” ujarnya.

RSUD Meuraxa Banda Aceh resmi menggelar pelatihan ESQ demi wujudkan pelayanan yang ikhlas, penuh hati, dan makin profesional. (Dok : prokopim Banda Aceh)

“Insya Allah, dalam waktu dekat utang ini akan tuntas seluruhnya. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kolaborasi, komitmen, dan kerja keras, persoalan sebesar apa pun bisa kita hadapi bersama,” tambah Illiza.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Meuraxa, Taufik Wahyudi, berterima kasih kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta yang berkomitmen hadir demi peningkatan kualitas diri.

“Ada sebuah kalimat: Orang mungkin akan lupa apa yang kita katakan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana kita memperlakukan mereka."

Menurut Taufik, pasien tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga sentuhan hati. Untuk itu, ia mengingatkan bahwa dalam memberikan pelayanan harus disertai empati, kesabaran, dan keikhlasan.

Melalui pelatihan ini, ia berharap seluruh warga rumah sakit semakin kuat dalam tiga hal penting, yakni kolaborasi, integritas, dan pelayanan. “Karena pelayanan terbaik hanya lahir dari kebersamaan, agar setiap langkah kita bisa dipercaya dan dihargai,” ujarnya.

Ia pun berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi setiap pasien yang datang ke RSUD Meuraxa. “Kami berkomitmen memberikan layanan yang menyejukkan hati, sehingga rumah sakit ini menjadi tempat harapan, bukan sekadar tempat perawatan.”

Turut hadir pada acara tersebut Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesra Bachtiar, sejumlah kepala dinas, tim ESQ, dewan pengawas, serta jajaran direksi rumah sakit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Prokopim.bandaacehkota.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU