Minggu, 07 SEPTEMBER 2025 • 23:46 WIB

Banda Aceh Resmi Deklarasi Jadi Kota Parfum Dunia, Nilam Aceh Jadi Andalan

Author

Banda Aceh resmi mendeklarasikan diri sebagai Kota Parfum! (Dok : prokopim Banda Aceh) 
ACEH -
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, hadir sebagai keynote speaker dalam Semiloka Banda Aceh Kota Parfum yang digelar di Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu (6/9/2025).

Illiza menegaskan, industri parfum global diproyeksikan akan mencapai nilai US$77,5 miliar pada 2032. Dengan kontribusi 90% nilam berkualitas tinggi, Aceh memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok dunia.

“Kita punya Nilam Aceh, yang sejak lama diakui sebagai nilam terbaik dunia. Selama ini kita hanya menjual dalam bentuk bahan mentah, sementara nilai tambah besar justru dinikmati negara lain. Mulai hari ini kita sepakat, Banda Aceh tidak hanya menjadi pemasok, tapi akan bertransformasi sebagai produsen parfum dunia,” tegas Illiza.

Menurutnya, untuk mewujudkan visi ini diperlukan kolaborasi erat antara Pemerintah Kota, dunia akademik, khususnya ARC USK sebagai pusat penelitian nilam, UMKM, petani, hingga pelaku industri. Konsep Kota Kolaborasi yang diusungnya menjadi fondasi utama.

Baca juga: ARC USK Bawa Nilam Aceh ke Panggung Nasional Lewat Inovasi Teknologi

Illiza juga mencontohkan capaian nyata berupa ekspor 1 ton minyak nilam senilai Rp1,5 miliar ke Prancis oleh PT U Green Aromatics International (unit bisnis ARC USK) pada April lalu. “Permintaan rutin terus datang, dan ini bukti nyata potensi besar yang kita miliki,” ujarnya.

Tak hanya itu, Illiza menekankan peran strategis perempuan Aceh dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis nilam. Mulai dari mengelola perkebunan, mengolah minyak atsiri, hingga menciptakan merek UMKM.

“Tangan perempuan Aceh akan mengharumkan dunia. Dengan memberdayakan perempuan, kita membangun ekonomi, memperkuat keluarga, dan mengangkat harkat masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa industri parfum berbasis nilam sejalan dengan konsep green economy yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Baca juga: UII Yogyakarta Dukung Ekonomi Kreatif Aceh, Fokus ke Nilam dan Generasi Hafiz!

Sementara itu, Wakil Rektor I USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, menyambut baik deklarasi Banda Aceh sebagai Kota Parfum. Menurutnya, langkah ini mampu menghidupkan kembali kejayaan nilam Aceh yang sempat redup.

“Dulu, komoditas nilam hampir hilang, namun kini kembali bangkit dan mendunia. Upaya ini kini tidak hanya menjadi perhatian USK, tetapi telah berkembang menjadi gerakan global yang melibatkan pemerintah, pengusaha, jejaring bisnis, hingga masyarakat luas,” katanya.

Acara semiloka ini turut dihadiri Kepala Atsiri Research Center (ARC)-PUTP USK, Syaifullah Muhammad; Direktur Utama PT Global Mandiri USK, Rizalsyah; Ketua Iconpeori, Iskandar Abdul Samad; Pembina Yayasan Razma Jayana Agrikultur, Teungku Razuan; serta para mahasiswa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Prokopim Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU