Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 23:04 WIB

ARC USK Bawa Nilam Aceh ke Panggung Nasional Lewat Inovasi Teknologi

ARC USK Bawa Nilam Aceh ke Panggung Nasional Lewat Inovasi TeknologiKepala ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) mendapat kehormatan sebagai salah satu narasumber pada panel diskusi Sesi 5 Bidang Hilirisasi dan Industrialisasi terkait Ketahanan Rantai Pasok Konten Lokal. (Dok : usk.ac.id)

ACEH - Kepala ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) mendapat kehormatan sebagai salah satu narasumber pada panel diskusi Sesi 5 Bidang Hilirisasi dan Industrialisasi terkait Ketahanan Rantai Pasok Konten Lokal.

Kehadirannya merupakan undangan dari Kemendikti Saintek RI yang berlangsung di Aula Agustus Barat ITB pada Sabtu (9/8/2025).

Diskusi yang menghadirkan unsur triple helix dari perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha ini membahas berbagai aspek industrialisasi yang menjadi kebutuhan nasional.

Syaifullah Muhammad, dalam pidatonya, menyampaikan proses hilirisasi berbasis penelitian yang dilakukan ARC-USK terhadap komoditas unggulan nasional nilam Aceh. Ia mengajak semua pihak untuk peduli terhadap inovasi teknologi berbasis rakyat. Hal ini penting mengingat dapat mendongkrak nilai tambah dari produk masyarakat.

Baca juga: Kolaborasi Besar! Pemerintah & Industri Susun Roadmap Riset 8 Sektor Strategis

Syaifullah, yang juga merupakan Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, mengajak kita melihat Indonesia dari pinggiran sudut timur, barat, utara, dan selatan serta mengangkat komoditas unggulan di berbagai daerah, khususnya komoditas pertanian dan agro lainnya yang menjadi tulang punggung pendapatan masyarakat.

“Hilirisasi berbasis komoditas rakyat dengan teknologi yang tepat akan menghasilkan produk turunan dengan nilai tambah tinggi serta bisa terserap langsung pada pasar nasional Indonesia yang sangat besar,” jelasnya.

ARC-USK, dengan inovasinya, telah mengembangkan hampir 30 produk turunan berbasis minyak nilam. Sebagian besar telah memiliki izin edar BPOM dan dijual ke masyarakat dengan nilai tambah yang tinggi.

“Inovasi juga harus dipastikan bersifat inklusif, yang menempatkan masyarakat bukan semata-mata sebagai penerima manfaat (beneficiaries), tetapi sekaligus sebagai pelaku dalam berbagai proses inovasi yang dilakukan,” katanya.

Baca juga: UII Yogyakarta Dukung Ekonomi Kreatif Aceh, Fokus ke Nilam dan Generasi Hafiz!

Menurutnya, belajar dari pengalaman Aceh, di mana pernah terjadi investasi dan inovasi besar dalam eksplorasi gas alam cair di Kawasan Arun, Aceh Utara. Setelah 30 tahun industrialisasi dilakukan, masyarakat miskin paling banyak di Aceh tetap berada di Kabupaten Aceh Utara. Hal ini karena inovasi teknologi terhadap komoditas dilakukan secara eksklusif.

Syaifullah juga menekankan bahwa para dosen di perguruan tinggi tidak hanya berurusan dengan tugas-tugas administratif, tetapi juga dapat mewujudkan dharma pengabdian masyarakat berbasis teknologi yang memberi dampak ekonomi dan kesejahteraan secara lebih intensif.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) yang berlangsung 7–9 Agustus 2025 di Kampus ITB Bandung. Acara dibuka oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan menghadirkan sejumlah menteri. Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Marwan, juga hadir dalam acara pembukaan KSTI ini. Dalam kegiatan utama KSTI turut hadir penerima Nobel Fisika, Konstantin Novoselov, asal Rusia, serta sejumlah ilmuwan terkemuka dari Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

ARC USK Bawa Nilam Aceh ke Panggung Nasional Lewat Inovasi Teknologi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!