Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 02:04 WIB

Aceh Tengah Berstatus Tanggap Darurat! 15 Warga Meninggal, Ribuan Mengungsi

Author

Aceh Tengah resmi menetapkan status Tanggap Darurat usai banjir bandang dan longsor melanda 14 kecamatan. Sebanyak 15 warga meninggal, 3.213 KK mengungsi, dan ribuan rumah rusak. (Dok : Humas Aceh Tengah)

ACEH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah menetapkan status Tanggap Darurat setelah bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 25 hingga 28 November 2025.

Data per Jumat (28/11/2025) pukul 10.00 WIB menunjukkan dampak bencana yang sangat luas, mencakup 14 kecamatan dan menyebabkan 15 jiwa meninggal dunia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Aceh Tengah, Andlika, ST, menyampaikan bahwa kerusakan material juga sangat signifikan, memaksa 3.213 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi.

Rincian dampak bencana:

  • Korban & Pengungsi: 15 jiwa meninggal dunia dan 3.213 KK mengungsi.
  • Kerusakan Rumah: 1.890 unit rumah rusak.
  • Infrastruktur: Akses jalan nasional menuju Aceh Tengah dari luar kabupaten terputus.
  • Puluhan ruas jalan kecamatan dan desa juga rusak sehingga 9 kecamatan terisolir dari ibu kota kabupaten. 
  • 15 unit jembatan putus.

Andlika menegaskan, “Kami telah berupaya maksimal untuk menjangkau semua korban, namun saat ini sejumlah wilayah terisolir mengalami kekurangan logistik karena bantuan belum dapat disalurkan secara merata. Selain itu, kami juga menghadapi kendala kelangkaan/habisnya BBM, telekomunikasi terputus, dan listrik padam di banyak lokasi.”

Baca juga: Banjir Makin Parah, Polisi Evakuasi Warga Batuphat Barat Pakai Perahu Karet

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Aceh Tengah merilis daftar kebutuhan logistik tanggap darurat, terutama untuk kebutuhan pangan dan sandang bagi ribuan pengungsi.

Kebutuhan prioritas meliputi:

  • Pangan: Beras (500 ton), telur (2.500.000 butir), mi instan (10.000 dus), air mineral (5.000 kotak).
    Sandang & Tempat Tinggal: Tenda keluarga (7.500 pcs), alas tidur (25.000 pcs), selimut (15.000 pcs), kasur lipat (25.000 unit).
  • Lain-lain: BBM solar (100.000 liter), Pertalite/Pertamax (25.000 liter).
  • 5 unit perahu untuk menjangkau daerah terisolir.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal, S.STP., MPA, menyatakan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan penyebaran informasi terkait kondisi bencana dan upaya mitigasi.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan informasi yang akurat dan cepat sampai ke masyarakat dan keluar. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera memulihkan jalur komunikasi di daerah terdampak, terutama yang terisolir, agar proses penyaluran bantuan dan bantuan bisa berjalan efektif,” ujar Mustafa Kamal.

Pemkab Aceh Tengah mengimbau seluruh pihak—instansi vertikal, lembaga swadaya masyarakat, hingga masyarakat umum—untuk bergotong royong membantu penanganan bencana. Bantuan logistik yang mendesak dapat dikoordinasikan melalui Posko Utama Tanggap Darurat BPBD Aceh Tengah di Kantor Bupati Aceh Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Aceh Tengah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU