ACEH - Para pengungsi asal Kecamatan Timang Gajah yang sebelumnya dievakuasi ke Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mulai kembali ke kampung halaman masing-masing pada Minggu (4/1/2026).
Kepulangan para pengungsi tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Timang Gajah, Andi Syahputra, SE., M.Si., saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Ia menjelaskan, proses pemulangan dilakukan setelah status Gunung Burni Telong resmi diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada).
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah kecamatan, jumlah pengungsi yang kembali mencapai 1.659 jiwa atau setara dengan 538 kepala keluarga (KK).
Baca juga: BNPB Pastikan Pengungsi Bener Meriah Aman di Tengah Aktivitas Gunung Burni Telong
Proses pemulangan berlangsung tertib dan lancar berkat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta relawan.
Sebelumnya, warga Kecamatan Timang Gajah dievakuasi sebagai langkah antisipasi menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Burni Telong. Selama berada di lokasi pengungsian, seluruh kebutuhan dasar para pengungsi dipastikan terpenuhi oleh instansi terkait.
Meski status gunung api telah diturunkan, Andi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak mendekati kawasan rawan dan senantiasa mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Burni Telong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Bener Meriah