Selasa, 20 JANUARI 2026 • 23:17 WIB

Jembatan Bailey Totor Pelang Resmi Dibuka, 16 Desa di Aceh Tengah Tak Lagi Terisolir!

Author

Jembatan Bailey Totor Pelang resmi berfungsi dan menjadi harapan baru bagi 16 desa di Aceh Tengah. (Dok : Humas Aceh Tengah)

ACEH - Setelah sekian lama akses terputus akibat bencana, harapan masyarakat akhirnya terwujud. Jembatan Bailey “Totor Pelang”—jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara hingga ke wilayah Pameu—kini telah rampung dan resmi difungsikan. Kehadiran jembatan ini menjadi urat nadi mobilitas dan perekonomian warga di kawasan tersebut.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, meninjau langsung kondisi jembatan di Pelang, Kecamatan Silih Nara, untuk memastikan bahwa akses yang sebelumnya terisolasi kini kembali terbuka dan dapat digunakan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita berada di Jembatan Pelang. Jembatan ini adalah penghubung wilayah Kecamatan Rusip Antara sampai ke Pameu. Dulu daerah ini terisolir, ada sekitar 16 desa yang terdampak. Hari ini semuanya sudah bisa dilewati. Ini adalah kerja nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Bupati dalam peninjauannya, Senin (19/01/2026).

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri PUPR, pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, serta seluruh pihak yang berperan dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut.

“Tugas Kementerian PUPR hari ini benar-benar terlihat dan dirasakan masyarakat. Kolaborasi TNI, pemerintah, dan masyarakat berjalan luar biasa. Ini membutuhkan pengorbanan tenaga dan waktu, bahkan mereka meninggalkan keluarga demi masyarakat Aceh Tengah,” ungkapnya.

Berfungsinya kembali jembatan ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Aktivitas ekonomi perlahan pulih, distribusi hasil pertanian kembali lancar, akses pendidikan dan layanan kesehatan membaik, serta mobilitas warga mulai normal.

Baca juga: Jembatan Darus Akhirnya Rampung! Akses Bener Kelipah–Permata Kembali Normal

“Hari ini masyarakat bahagia, karena sudah bisa lewat. Ekonomi mulai bergerak kembali. Ini adalah harapan sejak awal pascabencana, dan hari ini mulai terwujud,” tambah Bupati.

Ia juga memastikan bahwa pembangunan jembatan permanen akan segera dimulai sebagai solusi jangka panjang, menggantikan fungsi darurat jembatan Bailey yang saat ini digunakan.

Sementara itu, Chandra Erawan, PPK 3.2 Satker PJM 3 BPJN Aceh, menjelaskan bahwa jembatan Bailey tersebut telah dibuka secara fungsional sejak 15 Januari 2026.

“Kami berharap masyarakat dapat menjaga jembatan ini. Batas beban maksimum adalah 15 hingga 20 ton. Jangan sampai terjadi kelebihan beban agar jembatan tetap awet dan tidak terputus kembali,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Tengah menekankan pentingnya pengawasan bersama.

“Pak Reje, Pak Camat, mohon ini dijaga bersama. Jika ada kendaraan yang melebihi tonase, harus tegas. Ini jalan kita bersama. Pengawasan dari masyarakat sangat penting,” pesan Bupati.

Ia juga menambahkan bahwa apabila terdapat persoalan terkait lahan yang terdampak pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah siap menyelesaikannya melalui dialog dan musyawarah.

“Kalau ada lahan yang terpakai, mari kita diskusikan dengan baik. Pemerintah pusat hadir untuk kita, adil untuk kita. Semua bisa diselesaikan dengan komunikasi,” ujarnya.

Selain pembangunan jembatan, pemerintah juga melakukan normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi untuk mencegah kerusakan infrastruktur akibat bencana di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh Tengah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU