Rabu, 21 JANUARI 2026 • 23:57 WIB

Dua Bulan Terputus, Empat Kampung di Aceh Tengah Kini Bisa Melintas Lagi

Author

Setelah hampir dua bulan terisolir, empat kampung di Kecamatan Ketol akhirnya kembali terhubung lewat Jembatan Darurat Berawang Gajah. (Dok : Humas Aceh Tengah)

ACEH - Setelah hampir dua bulan terisolir, empat kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya kembali memiliki akses penghubung. Jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun oleh prajurit TNI Yonzipur telah selesai dan mulai dapat dilintasi, Rabu (21/01/2026).

Empat kampung yang sebelumnya terputus akses darat tersebut—Kekuyang, Burlah, Buge Ara, dan Pantan Reduk—selama ini hanya bisa mengandalkan tali sling untuk menyeberang sungai. Warga terpaksa melewati jalur itu meski harus membawa hasil bumi dan kebutuhan harian, memikul risiko besar setiap hari.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, meninjau langsung kondisi jembatan darurat tersebut. Ia hadir bersama Brigjen Ismed, Camat Ketol, para reje kampung, serta prajurit Yonzipur. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas rampungnya pembangunan jembatan.

“Hari ini kami berada di Jembatan Berawang Gajah. Sebuah kebahagiaan bagi empat desa, Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara, karena hari ini sudah bisa dilewati dengan jembatan darurat. Ini adalah karya TNI Yonzipur, hasil kerja sama dengan masyarakat dan BNPB. Semua berkolaborasi,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa selesainya jembatan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara melalui TNI yang bekerja langsung untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga: Good News! Jembatan Merah Mutiara Segera Dibangun Lebih Kuat & Estetik

“Hari ini kami bahagia sekali. Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Tengah, kami mengucapkan terima kasih. Ini bukti nyata bahwa TNI hadir untuk masyarakat, melayani masyarakat,” sambungnya.

Kebahagiaan juga terlihat dari warga setempat. Seorang ibu yang ditemui di lokasi tak kuasa menyembunyikan haru. “Bahagia sekali, Pak. Sekarang kami sudah bisa lewat, tidak terisolir lagi,” ujarnya.

Namun di balik sukacita tersebut, Bupati turut menyampaikan duka atas wafatnya Kapten Muhammad Saugi, Komandan Kompi TNI Yonzipur 16, yang mengalami kecelakaan beberapa hari sebelumnya. Almarhum dikenal sebagai sosok yang terlibat langsung dalam pembangunan jembatan Bailey dan jembatan darurat di berbagai titik terdampak bencana.

“Di tengah kebahagiaan ini, kami juga berduka. Tiga hari yang lalu, saat peresmian Jembatan Pelang, Komandan Kompi Yonzipur, Kapten Muhammad Saugi, mengalami kecelakaan dan telah meninggalkan kita. Beliau adalah sosok yang luar biasa, bekerja keras menyiapkan jembatan di banyak tempat. Semoga arwah beliau diterima Allah SWT sebagai pahala pengabdian untuk masyarakat,” tuturnya dengan suara bergetar.

Rampungnya jembatan Berawang Gajah menjadi momentum kebangkitan akses ekonomi dan sosial masyarakat yang sempat terhenti akibat terisolasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh Tengah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU