Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 21:27 WIB

Pemprov Aceh Dorong Pendidikan Vokasi, Lulusan Harus Siap Masuk Dunia Kerja

Author

Sekda Aceh M. Nasir membuka kegiatan uji kompetensi SDM vokasional jenjang 7 di USK sebagai komitmen memperkuat daya saing tenaga kerja Aceh. (Dok : Humas Aceh)

ACEH - Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan pendidikan vokasi. Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga global.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, yang mewakili Gubernur Aceh saat membuka kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan dan Uji Kompetensi SDM Vokasional Klasifikasi Jenjang 7 di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Senin (9/2/2026).

Dalam sambutannya, M. Nasir menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam proses klasifikasi dan penguatan kapasitas tenaga ahli. Menurutnya, pengembangan SDM vokasi tidak hanya menekankan aspek keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta tanggung jawab profesional.

“Pemerintah Aceh mengapresiasi setinggi-tingginya kepada USK yang terus berkomitmen mengembangkan pendidikan vokasi serta membangun jejaring kolaborasi dengan pemerintah, lembaga sertifikasi, hingga dunia usaha dan industri,” ujar M. Nasir.

Baca juga: Keren! Mahasiswa USK Sabet Best Innovation di FertInnovation Challenge 2025

Ia menambahkan, USK telah menunjukkan peran nyata dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Melalui sertifikasi kompetensi yang kredibel dan terukur, lulusan pendidikan vokasi diharapkan memiliki nilai tambah yang jelas dan diakui di pasar kerja.

M. Nasir juga menyoroti dinamika dunia kerja yang terus berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, para peserta didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta bersikap adaptif terhadap perubahan dan tuntutan zaman.

Selain penguasaan aspek teknis, Sekda Aceh menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika profesi. Sertifikasi kompetensi yang diperoleh, menurutnya, merupakan amanah dan bentuk kepercayaan dari negara serta masyarakat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Bangunlah budaya kolaborasi. Keberhasilan tidak lahir dari kerja sendiri, melainkan hasil kerja tim dan komunikasi yang baik. Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU