ACEH - Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga mendorong pembentukan Taman Budaya Gayo sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali Museum Negeri Gayo. Gagasan tersebut sejalan dengan inisiatif Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan disampaikan dalam rapat pembentukan taman budaya yang digelar di UPTD Museum Negeri Gayo, Kamis (26/02/2026).
Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, tenaga ahli bupati, kepala SKPK, para camat, unsur aset dan PAD, Reje Blang Kolak I dan II, LSM, serta budayawan Gayo. Museum Negeri Gayo yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu dinilai perlu penataan dan penguatan fungsi sebagai pusat pelestarian budaya.
Dalam arahannya, Haili Yoga mengungkapkan bahwa museum tersebut sempat berada dalam kondisi memprihatinkan akibat rendahnya tingkat kunjungan dan keterbatasan fasilitas, bahkan berisiko mengalami penurunan status. Pertemuannya dengan pihak kementerian beberapa waktu lalu menjadi bagian dari upaya penyelamatan sekaligus pengembangan museum.
“Hari ini kita bermusyawarah untuk membentuk Taman Budaya Gayo. Nantinya seluruh atraksi budaya dan kegiatan budayawan akan dipusatkan di Lapangan Musara Alun. Dalam tahun ini juga direncanakan akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan”, ucap Bupati.
Sejumlah kebijakan strategis turut dibahas dalam rapat tersebut. Di antaranya, pengemasan program museum agar lebih menarik, termasuk penguatan gerakan penggunaan bahasa Gayo dan pemakaian busana kerawang Gayo. Gedung Olah Seni (GOS) akan ditata sebagai wajah baru dengan pertunjukan budaya harian, sementara Lapangan Musara Alun diarahkan menjadi pusat kegiatan resmi dan pertunjukan daerah.
Baca juga: Akses Kecamatan Bintang Terbuka, Bupati Aceh Tengah Pastikan Warga Tak Lagi Terisolasi
Kawasan Taman Budaya juga dirancang sebagai ruang publik strategis yang mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh perangkat daerah, camat, puskesmas, reje, hingga masyarakat didorong untuk berkunjung ke kawasan bersejarah Kerajaan Linge sekaligus ikut menjaga fasilitasnya. Aktivitas budaya diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, cabang dinas, hingga perguruan tinggi didorong memiliki agenda rutin kunjungan edukatif ke museum. Para tokoh dan pemerhati budaya Gayo juga akan dilibatkan untuk mendokumentasikan sejarah secara tertulis agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Budaya adalah identitas daerah. Kita harus melestarikannya bersama. Setiap Kamis juga telah kita edarkan penggunaan bahasa Gayo dan busana kerawang Gayo sebagai bentuk komitmen pelestarian”, tutup Bupati.
Pembentukan Taman Budaya Gayo diharapkan menjadi tonggak baru dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Aceh Tengah