Minggu, 08 MARET 2026 • 23:57 WIB

Sekda Aceh Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi Jelang Idulfitri 2026

Author

Sekda Aceh M. Nasir memimpin rapat teknis pengendalian inflasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional di Kantor Sekda Aceh. (Dok : Humas Aceh)

ACEH - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, memimpin rapat teknis pengendalian inflasi dalam rangka menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tahun 2026. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekda Aceh, Kamis (5/3/2026).

Rapat ini digelar sebagai langkah koordinasi pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Aceh pada Februari 2026 tercatat mengalami deflasi bulanan sebesar -0,24 persen. Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap deflasi tersebut antara lain bawang merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, serta ikan tongkol.

Sementara itu, sejumlah komoditas justru mendorong inflasi secara tahunan, di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, dan daging ayam ras.

Dalam arahannya, M. Nasir menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan masyarakat terhadap berbagai komoditas biasanya meningkat. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan berbagai langkah intervensi guna memastikan harga tetap terkendali serta pasokan kebutuhan pokok tersedia bagi masyarakat.

“Pengendalian harga harus kita kawal dengan ketat. Tidak boleh ada semangat untung sendiri tanpa ada rasa peduli terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas M. Nasir.

Baca juga: Sekda M. Nasir Gaspol Penanganan Bencana: Warga Harus Ramadhan Tanpa Tenda

Selain itu, Sekda juga menyoroti kenaikan harga pada komoditas cabai merah. Ia meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh untuk terus berkoordinasi dalam memantau perkembangan harga sekaligus menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga.

Di sisi lain, ia juga mendorong masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga ketahanan pangan daerah dengan menanam komoditas yang kerap menjadi indikator inflasi, seperti cabai.

Sementara itu, Asisten II Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Robby Irza, menyampaikan arahan terkait permintaan Wakil Gubernur Aceh kepada Presiden Republik Indonesia mengenai bantuan sapi meugang menjelang Idulfitri.

Ia meminta Dinas Peternakan Aceh segera melakukan pendataan guna memastikan distribusi bantuan sapi meugang dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah.

“Pendataan ini penting agar bantuan sapi meugang bisa tersalurkan secara merata sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya.

Sejauh ini, Pemerintah Aceh telah menjalankan berbagai langkah pengendalian inflasi. Di antaranya melalui inspeksi mendadak (sidak) pasar, pelaksanaan Pasar Tani, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta pasar murah yang digelar di 23 kabupaten/kota.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program lain seperti subsidi biaya distribusi pangan (FDP), pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK), program mudik gratis, serta penyelenggaraan pasar murah menjelang Idulfitri di sejumlah daerah.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Aceh berharap stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU