Selasa, 28 APRIL 2026 • 19:18 WIB

SMPN 1 Baitussalam Edukasi Siswa Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini

Author

Siswa SMPN 1 Baitussalam antusias mengikuti edukasi perlindungan diri, consent, dan keamanan digital demi menciptakan sekolah yang aman dan bebas kekerasan. (Dok : MC Aceh Besar)
ACEH -
Dalam rangka memperingati Bulan Peduli Pelecehan Seksual, SMP Negeri 1 Baitussalam bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Andhikara menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Tubuhku, Pilihanku: Ciptakan Sekolah Ramah Tanpa Kekerasan”, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, khususnya di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan yang interaktif dan ramah anak, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga diri sejak usia dini.

Beragam permainan edukatif disajikan untuk membantu siswa mengenali konsep perlindungan diri. Selain melatih kreativitas dan keterampilan sosial, kegiatan tersebut juga mengenalkan pemahaman tentang batasan tubuh, termasuk bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai konsep persetujuan (consent), serta pentingnya kewaspadaan dalam berinteraksi di ruang digital. Materi ini menyoroti berbagai bentuk kekerasan seksual yang dapat terjadi, termasuk yang berlangsung secara daring, serta langkah-langkah yang tepat untuk meresponsnya.

Kepala SMP Negeri 1 Baitussalam, Roslina, S.Pd., berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu kekerasan seksual sekaligus membekali mereka dengan kemampuan melindungi diri.

Baca juga: ASN Peukan Bada Upgrade Skill Digital Lewat Pelatihan E-Office

“Kami berharap siswa-siswi dapat memahami pentingnya menjaga diri, menghargai batasan, serta lebih waspada baik di lingkungan sekitar maupun di dunia digital,” ujarnya.

Menurut Roslina, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pencegahan kekerasan seksual, termasuk organisasi masyarakat yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak, seperti Flower Aceh.

“Diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi perempuan dan anak,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Sahabat Andhikara berharap kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan seksual semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi. Interaksi yang hangat antara fasilitator dan peserta pun menciptakan suasana belajar yang aman, terbuka, dan menyenangkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU