ACEH - Pemerintah Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, mulai mematangkan persiapan menghadapi Musim Tanam (MT) Gadu 2026. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi rencana turun sawah yang berlangsung di Gedung UDKP Kecamatan Blang Bintang, Jumat (24/4/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Camat Blang Bintang, Subhan, itu menjadi bagian dari strategi awal dalam menyusun tahapan percepatan tanam padi secara terarah, terstruktur, dan terkoordinasi. Upaya ini juga sejalan dengan program penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam arahannya, Subhan menegaskan bahwa kesiapan lahan dan pengelolaan pengairan merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan musim tanam. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait memastikan kondisi lahan, khususnya di kawasan Belamintang, benar-benar siap sebelum proses penanaman dimulai.
“Pak Keuchik dan para Ketua Kelompok Tani diminta turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan lahan, termasuk pembersihan saluran serta kondisi irigasi,” ujar Subhan.
Selain memastikan kesiapan lahan, para mukim dan kelompok tani juga diminta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan musim tanam sebelumnya. Evaluasi tersebut mencakup berbagai kendala yang pernah dihadapi, seperti keterbatasan tenaga kerja hingga persoalan distribusi air.
“Evaluasi ini penting agar perbaikan bisa segera direncanakan dan diterapkan pada musim tanam berikutnya,” tambahnya.
Baca juga: Panen Lele Bioflok 359 Kg, Kelompok Binaan DP2KP Bukti Teknologi Tingkatkan Produktivitas
Dalam rapat itu, disepakati bahwa tahapan awal musim tanam akan diawali dengan kegiatan gotong royong massal. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan saluran irigasi, pengolahan lahan, hingga penataan kembali sistem pengairan.
“Selanjutnya, penanaman akan dilakukan secara serentak sesuai jadwal yang ditetapkan bersama,” tuturnya.
Subhan menambahkan, aspek pengairan menjadi perhatian utama mengingat karakteristik debit air pada musim gadu berbeda dengan musim rendengan. Oleh sebab itu, distribusi air harus dikelola secara optimal agar kebutuhan seluruh areal persawahan dapat terpenuhi.
“Untuk itu, optimalisasi distribusi air serta rencana reaktivasi sistem pengelolaan irigasi lokal (kejerumblang) akan menjadi bagian dari langkah tindak lanjut,” sebutnya.
Pemerintah kecamatan juga menekankan pentingnya dukungan aktif dari masyarakat, khususnya para tokoh pertanian dan kelompok tani, dalam mendorong percepatan tanam. Partisipasi tersebut dinilai sangat penting sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap program nasional peningkatan produksi pangan.
“Dengan koordinasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kecamatan Blang Bintang optimistis pelaksanaan MT Gadu 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional,” imbuhnya.
Tak hanya fokus pada aspek teknis pertanian, Pemerintah Kecamatan Blang Bintang juga berkomitmen menjaga tradisi lokal yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tani. Salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan adat seperti kanduri blang atau peusijuek bijeh yang akan digelar secara bergilir di kawasan persawahan.
“Karena itu bagian dari bentuk pelestarian kearifan lokal sekaligus memperkuat kebersamaan petani di Kecamatan Blang Bintang,” tutup Subhan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan Ketua Tim Kerja (Katimker) Aceh Besar, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Besar, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Blang Bintang, Dinas Pertanian, PU Pengairan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), unsur Forkopimcam, serta perwakilan TNI, Polri, dan kelompok tani setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MC Aceh Besar