ACEH - Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendukung pengembangan literasi, sastra, dan kebudayaan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Pada rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026, Pemerintah Kota Banda Aceh menerima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara. Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di Aula Keurukon, Kompleks Istana Wali Nanggroe, Senin (22/6/2026) malam.
Penghargaan diterima oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mewakili Pemerintah Kota Banda Aceh. Dalam prosesi penganugerahan, penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, yang sebelumnya membuka secara resmi Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh 2026.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri para penyair, budayawan, sejarawan, serta delegasi dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara sahabat.
Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara diberikan kepada daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan literasi, sastra, serta melestarikan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Baca juga: Meriah! HUT Banda Aceh ke-821, ASN Inovatif Diguyur Penghargaan
Usai menerima penghargaan, Afdhal Khalilullah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada Kota Banda Aceh. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi dan kebudayaan yang terus berkembang di ibu kota Provinsi Aceh.
“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga milik seluruh masyarakat Banda Aceh yang terus menjaga, merawat, dan menghidupkan tradisi intelektual serta kebudayaan yang menjadi identitas kota kita. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung ruang-ruang kreatif, literasi, dan kegiatan kebudayaan yang memberi manfaat bagi generasi masa depan,” ujar Afdhal.
Afdhal menambahkan, sastra memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus menjadi media untuk merawat memori dan peradaban bangsa. Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus membuka ruang kolaborasi bagi pegiat seni, budayawan, komunitas literasi, serta generasi muda agar dapat terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh 2026 merupakan ajang sastra berskala internasional yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah di Nusantara dan sejumlah negara sahabat. Forum ini menjadi wadah bertukar gagasan, memperkuat jejaring kebudayaan, sekaligus mempererat hubungan antarbangsa melalui karya sastra.
Melalui penghargaan tersebut, Kota Banda Aceh kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi literasi, kebudayaan, dan peradaban sebagai bagian dari identitas serta arah pembangunan kota di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh