Senin, 29 JUNI 2026 • 00:01 WIB

Aceh Besar Siap Kembangkan Budidaya Tembakau, Gandeng PPRI untuk Sejahterakan Petani

Author

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) menerima cenderamata dari Persatuan Pengusaha Rokok Indonesia (PPRI) usai audiensi mengenai pengembangan budidaya tembakau. (Dok : MC Aceh Besar)
ACEH -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan Persatuan Pengusaha Rokok Indonesia (PPRI) dalam mendorong pengembangan budidaya tembakau sebagai salah satu sektor yang dinilai berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPRI bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung di Auditorium Malahayati Puslatbang KHAN LAN RI, Sabtu (27/6/2026).

Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram bersama Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil. Turut hadir Ketua Umum DPP PPRI Gus Muhammad Afwan Zaini, Sekretaris Jenderal PPRI Dedi Darmadi, Ketua PPRI Aceh Said Mukhtar, serta perwakilan PT Bawang Mas Grup asal Madura yang bergerak di sektor pertembakauan.

Dalam sambutannya, Ketua PPRI Aceh Said Mukhtar mengatakan organisasi yang dipimpinnya baru terbentuk sekitar satu tahun lalu dengan tujuan menekan peredaran rokok ilegal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan industri tembakau.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi daerah penghasil tembakau. Apalagi, salah satu produk rokok anggota PPRI yang diproduksi di Aceh Besar telah dipasarkan ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

“Kami berharap dapat memulai program penanaman tembakau di Aceh, khususnya di Aceh Besar, sehingga dapat membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PPRI Gus Muhammad Afwan Zaini menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan budidaya tembakau di Aceh, yakni ketersediaan lahan, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani melalui pendampingan, serta kepastian pasar agar hasil panen memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami ingin petani memperoleh manfaat nyata. Oleh karena itu, pengembangan tembakau harus ditentukan oleh lahan, kemampuan petani, dan jaminan pasar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai bentuk investasi dan kerja sama yang mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin Aceh Besar maju melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan UMKM. Kami tidak bicara industri besar, tapi bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” kata Muharram.

Baca juga: Mualem Panen Lobster di Ulee Lheue, Bukti Laut Aceh Punya Potensi Gila!

Syech Muharram menjelaskan Aceh Besar memiliki luas wilayah sekitar 3.000 kilometer persegi yang didominasi kawasan pertanian dan perkebunan, sehingga sangat potensial untuk pengembangan berbagai komoditas, termasuk tembakau.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi petani saat ini bukan terletak pada ketersediaan lahan, melainkan masih terbatasnya pengetahuan teknis dan akses terhadap permodalan.

“Kalau PPRI ingin memasang tembakau di Aceh Besar, kami sangat mendukung. Tetapi kami belum memiliki pengalaman. Petani kami tentu perlu dibimbing dan juga membutuhkan modal usaha,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan sejumlah program pertanian yang tengah dijalankan pemerintah daerah, seperti pengembangan jagung di kawasan Lembah Seulawah dan budidaya padi gogo yang cocok dikembangkan di lahan kering.

Selain itu, Aceh Besar memiliki sekitar 22 ribu hektare lahan sawah, dengan sekitar 55 persen di antaranya telah didukung jaringan irigasi, sedangkan sisanya masih bergantung pada curah hujan.

“Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mencari solusi agar lahan tadah hujan dapat ditanami dan dipanen hingga dua kali dalam setahun, yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan petani kami,” jelasnya.

Menanggapi tiga poin yang disampaikan PPRI, Syech Muharram menegaskan Aceh Besar memiliki lahan yang luas dan petani yang siap berkembang apabila mendapatkan pendampingan serta dukungan pasar yang jelas.

Ia mencontohkan pengalaman petani cabai yang kerap mengalami kerugian akibat anjloknya harga saat panen raya. Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya sehingga menimbulkan trauma bagi petani.

“Selama ini masyarakat sering mengalami trauma. Ketika harga cabai mahal, semua menanam cabai. Namun saat panen, harganya justru turun drastis. Begitu juga komoditas lain, ketika panen petani bingung harus menjual ke mana. Semoga dengan hadirnya PPRI nantinya hasil tembakau dari Aceh memiliki pasar yang jelas,” harapnya.

Syech Muharram berharap kerja sama tersebut dapat menjadi momentum lahirnya komoditas unggulan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani Aceh Besar.

“Mudah-mudahan tembakau Aceh kelak menjadi tembakau super. Atas nama masyarakat dan pemerintah daerah, kami menyambut baik kedatangan rombongan PPRI. Ini merupakan peluang emas bagi Aceh Besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Di akhir penyampaiannya, Syech Muharram menegaskan bahwa sumber daya alam seperti minyak dan gas suatu saat akan habis, sedangkan sektor pertanian merupakan potensi yang dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Dalam forum tersebut, PT Bawang Mas Grup turut memaparkan pengalaman serta teknologi budidaya tembakau berkualitas, mulai dari proses pembibitan, pemilihan lahan di kawasan pegunungan, teknik penanaman, hingga menghasilkan daun tembakau dengan kualitas terbaik.

PT Bawang Mas Grup merupakan perusahaan swasta asal Pamekasan, Madura, yang bergerak di bidang pertembakauan dan agribisnis. Perusahaan tersebut dipimpin oleh H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, sosok pengusaha yang dikenal luas dengan julukan “Sultan Madura”.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU