Mayor Pnb Eri Nasrul M (Dok : Instagram/@sultan_iskandarmuda)
ACEH - Di tengah latihan udara Cakra C Kosek I Medan yang berlangsung di langit Aceh, ada seorang sosok inspiratif putra daerah yang berasal dari Aceh, yaitu Mayor Pnb Eri Nasrul M, salah satu pilot tempur F-16 TNI AU dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin yang menjadi kebanggaan Indonesia khususnya Aceh.
Mayor Eri yang akrab disapa dengan callsign Grayfox merupakan putra Aceh Besar, tepatnya lahir dan besar di Desa Krueng Ano, Kecamatan Kota Baro. Mayor Eri adalah salah satu putra daerah yang mengukir prestasi di TNI Angkata Udara.
Dalam wawancara singkatnya seusai latihan, ia bercerita dari mana asal usulnya. “Saya lahir di desa Krueng Ano, Kecamatan Kuta Baro. Jadi dari lahir sudah di Aceh dan orangtua (Ayah) juga asli dari Aceh Besar. Kemudian Ibu juga dari Aceh Barat, jadi saya benar-benar produk lokal, jadi tidak ada campuran.” ujarnya membanggakan daerah asalnya.
Baca juga: Ratoh Jaroe Tampil di Akun Instagram Apple, Tarian Tradisional Aceh Bikin Takjub Dunia
Kemudian ia bercerita bahwa sejak kecil ia bercita-cita ingin seperti B.J. Habibie, Presiden Indonesia yang ketiga sekaligus seorang ilmuwan dan tokoh bangsa yang berprestasi dalam menciptakan pesawat terbang. Walaupun cita-citanya membuat pesawat tidak tercapai, namun ia tetap mengabdi kepada bangsa melalui udara. Ia ditakdirkan untuk menjadi salah satu penerbang elit di TNI Angkatan Udara.
“Dulu saya ingin jadi pembuat pesawat seperti Pak Habibie. Tapi ternyata rezeki saya jadi penerbang. Yang penting tetap berjuang demi bangsa,” ujarnya dengan penuh semangat.
Mayor Eri seusai latihan udara Cakra C. (Dok : Instagram/@sultan_iskandarmuda)
Ia juga bercerita bahwa dirinya kini tengah menambah jam terbang sebagai bagian dari persiapan mengoperasikan pesawat Rafale, jet tempur canggih asal Prancis yang akan segera memperkuat armada TNI AU. Saat ini ia menargetkan 50 jam terbang lagi agar pas menjadi 3.000 jam terbang.
“Saat ini total jam terbang saya di F-16 sudah mencapai 2.950 jam, tinggal 50 jam lagi menuju target berikutnya,” ujarnya.
Baca juga: Ratoh Jaroe Tampil di Akun Instagram Apple, Tarian Tradisional Aceh Bikin Takjub Dunia
Kisahnya menjadi inspiratif bahwa cita-cita dapat diwujudkan dengan tekad dan perjuangan walaupun harus melalui jalan lain. “Tidak ada yang tidak mungkin. Teruslah belajar, berjuang, dan bermimpi besar. Kita anak Aceh juga mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional.” Pesannya pada warga Aceh.
Kehadiran Mayor Eri di latihan udara Cakra C bukan sekadar soal profesionalitas atau kekuatan militer. Namun ia menjadi simbol harapan bagi masyarakat Aceh sebagai bukti nyata bahwa semangat dan kerja keras bisa membawa anak daerah terbang tinggi, sejajar dengan para penjaga langit Nusantara lainnya. Sosoknya patut dijadikan teladan bahwa putra daerah bisa berprestasi di kancah Nasional dan Internasional serta menjadi simbol kebanggan Aceh dikalangan militer Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @sultan_iskandarmuda