Tarian Ratoh Jaroe yang ditarikan oleh sekelompok penari wanita. (Dok : Instagram/@apple)
ACEH - Aceh merupakan daerah yang kaya dengan budaya serta kesenian yang mengandung unsur-unsur keagamaan. Salah satunya adalah tarian Ratoh Jaroe. Tarian ini semakin mendunia sejak Apple mengunggah video Ratoh Jaroe melalui Instagram resminya pada Senin (30/06/2025). Tarian tersebut merupakan salah satu tarian Aceh yang mempunyai gerakan indah dan memukau. Pada perhelatan akbar Asian Games 2018 tarian ini sempat ditampilkan dan berhasil menimbulkan decak kagum dari dunia Internasional.
Dilansir dari djkn.kemenkeu.go.id, tarian ini diciptakan oleh seniman asal Aceh Yusri Saleh atau lebih akrab dipanggil Dek Gam, pada tahun 2000 ketika ia menginjakkan kaki di Jakarta. Ia mulai mengembangkan tarian ini ketika ia dipercaya sebagai koreografer dalam parade di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) pada acara tari tingkat nasional.
Baca juga: Ratoh Jaroe Tampil di Akun Instagram Apple, Tarian Tradisional Aceh Bikin Takjub Dunia
Meskipun lahir di Jakarta, tarian ini adalah perpaduan antara beberapa tarian tradisional Aceh yang meliputi tarian liokok pulo, rapai geleng, rateb meusekat, dan ratoh duek sehingga menghasilkan bentuk tarian yang unik dan energik. Tarian ini lebih populer di kalangan anak muda Jakarta daripada di Aceh, terutama siswi sekolah menengah. Sampai sekarang tarian ini terkenal di dalam negeri maupun dunia Internasional.
Tarian ini biasanya dibawakan oleh sekelompok penari wanita dengan gerakan yang energik diiringi oleh musik khas Aceh serta syair yang dilantunkan oleh penyair.
Walaupun terlihat mirip dengan tari Saman, namun sebenarnya tarian ini berbeda. Jika tari Saman dimainkan oleh sekelompok pria atau wanita, maka tarian Ratoh Jaroe hanya ditarikan oleh penari wanita saja dalam jumlah genap. Tari Saman juga lebih menonjolkan gerakan badan, sedangkan tari Ratoh Jaroe menonjolkan gerakan tangan.
Baca juga: Mayor Pnb Eri Nasrul M, Putra Aceh yang Menjadi Kebanggaan TNI AU
Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian ini adalah rapai, rebana khas Aceh. Sebagai pelengkap, nyanyiannya dilantunkan oleh dua penabuh rapai sekaligus vocalis yang bertindak sebagai penyair yang disebut Syahi. Syairnya pun mengandung petuah kepada umat manusia dan puji-pujian terhadap Allah. Jadi selain sebagai hiburan, tarian ini juga sebagai media dakwah karena banyaknya nasihat-nasihat dan lantunan pujian kepada Allah.
Dilansir dari Ensiklopedia Jakarta, tari Ratoh Jaroe merepresentasikan semangat dan aksi perempuan Aceh yang terkenal tangguh sejak dahulu kala. Pemberani, pantang menyerah, pantang mundur, militan, dan sangat kompak antara satu dengan yang lain.
Sejak tahun 2011, tarian ini mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Djkn.kemenkeu.go.id