Jamaah haji asal Aceh kloter 4 kembali ke tanah air. (Dok : Aceh.kemenag.go.id)
ACEH - Sebanyak 392 Jemaah Debarkasi Haji Aceh mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Pesawat yang membawa para jemaah Kloter 4 (BTJ-04) tersebut landing pada pukul 06.50 WIB pada Selasa (01/07/2025).
Para jemaah yang kembali berasal dari 4 daerah, yaitu kota Lhokseumawe, Aceh Barat, Gayo Lues (Galus), dan Aceh Barat Daya (Abdya). Namun tidak semua jamaah kembali ke Indonesia. Dari 393 orang, yang kembali hanya 392 orang dikarenakan salah satu jemaah wafat ditanah suci.
Dengan tibanya jamaah kloter 4, maka sebanyak 1.567 orang jemaah telah kembali ke Aceh. Hal ini disampaikan oleh Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji/PPIH Embarkasi/Debarkasi Aceh yang juga Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi.
“Alhamdulillah prosesi pemulangan berjalan dengan lancar. Mayoritas jemaah kita juga sehat-sehat serta semangat," ujar Azhari.
Ia juga berharap bahwa proses pemulangan di kloter yang tersisa juga berjalan lancar. Tak lupa pula ia berpesan kepada para petugas dari semua bidang untuk menjaga stamina serta tetap memberi pelayanan terbaik bagi para tamu Allah yang baru pulang.
Hal ini untuk mencegah terjadinya musibah yang terjadi sebelumnya, yaitu salah satu petugas meninggal saat menjalankan tugasnya. “Meskipun kita baru mendapat musibah kemarin, salah seorang petugas kita meninggal saat sedang menjalankan tugas, tetapi hal ini tidak boleh mengurangi pengabdian dan tugas utama," ujar Azhari lagi.
Azhari juga mengimbau agar keluarga jamaah tidak perlu datang ke asrama haji untuk menjemput anggota keluarganya.
Baca juga: Sejarah dan Keunikan Tari Ratoh Jaroe, Warisan Budaya Tak Benda dari Aceh
Keluarga juga tidak akan sempat melihat jemaah haji karena setelah mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), jamaah langsung dibawa ke Asrama Haji Aceh. Kemudian dilakukan pelepasan dan pemeriksaan dokumen yang hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Setelah itu para jamaah akan langsung pulang menggunakan bus dan bus mini. Bahkan koper dan air zam-zam juga diserahkan di daerah masing-masing. Keluarga juga tidak akan bisa pulang dengan rombongan jamaah karena kendaraan akan dikawal oleh vooridjer polisi.
Ia meminta keluarga agar cukup menunggu kedatangan jamaah di daerah masing-masing, tepatnya di titik penjemputan yang sudah ditetapkan. Sebagai info, kabupaten/kota sudah menetapkan lokasi penjemputan jemaah. Jadi diharapkan kelurga menunggu saja di daerah masing-masing.
Namun berbeda dengan keluarga untuk jamaah asal Banda Aceh dan Aceh Besar. Mereka diperbolehkan untuk menjemput kelurganya di asrama Haji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aceh.kemenag.go.id