Kamis, 03 JULI 2025 • 15:57 WIB

Asam Sunti: Bumbu Khas Aceh dari Belimbing Wuluh yang Kaya Rasa

Author

Proses pembuatan asam sunti yang dijemur dibawah terik sinar matahari. (Dok : pribadi)

ACEH - Asam sunti atau masyarakat Aceh menyebutkan masam sunti adalah salah satu bumbu khas Aceh. Asam sunti sering dipakai dalam kuliner tradisional Aceh sebagai penambah asam dan asin.

Asam sunti terbuat dari belimbing wuluh segar yang melalui proses pengeringan dibawah matahari dan pengawetan dengan garam laut. Untuk menjadi asam sunti yang ideal, pengeringan dilakukan selama beberapa hari hingga asam suntik menjadi kering.

Dikarenakan di Aceh pohon belimbing wuluh banyak tumbuh di pekarangan dan kebun warga, jadi sangat mudah bagi warga Aceh untuk mengolah belimbing wuluh menjadi asam sunti. Pembuatannya pun sangat mudah dengan bahan sederhana. Berikut kami rangkum cara pembuatannya.

Baca juga: Daun Temurui: Si Kecil Serbaguna dari Dapur Aceh hingga Obat Tradisional

Perendaman

Belimbing wuluh yang segar harus direndam dalam air minimal 1 hari. Hal ini bertujuan agak tekstur belimbing wuluh yang masih segar dapat berubah menjadi agak lunak. 

Pencucian dan Penjemuran

Pada hari berikutnya, cuci belimbing wuluh yang telah direndam hingga bersih lalu jemur dibawah sinar matahari. Agar cepat kering, usahakan ketika menjemur belimbing wuluh jangan sampai tumpang tindih.

Penggaraman

Pada hari yang sama, setelah proses menjemur selesai balurkan garam. Tujuannya agar belimbing wuluh tidak jamuran sekaligus berfungsi sebagai pengawet.

Penyimpanan Sementara

Setelah dibalur garam, simpan dan tutup wadah tempat belimbing wuluh. Belimbing wuluh yang sudah dibiarkan semalaman akan mengeluarkan air. Air ini bisa dijadikan cuka sebagai bahan masakan.

Pengulangan Proses

Keesokan harinya jemur lagi belimbing wuluh dan ulangi proses penggaraman selama beberapa hari sampai kering dan menjadi asam sunti. Semakin rendah kadar air asam sunti, semakin lama ia bisa disimpan. Proses pengeringan yang baik akan mengurangi kadar air dan memperlambat pertumbuhan bakteri atau jamur. Asam sunti yang ideal biasanya berwarna coklat dan kering dengan balutan garam. 

Setelah melalui proses pengeringan, belimbing wuluh menjadi asam sunti. (Dok : pribadi)

Penyimpanan Akhir.                       

Untuk penyimpanannya sangat mudah. Simpan di dalam toples lalu tutup rapat dan ditempatkan ditempat yang kering dan sejuk. Asam sunti ini bisa awet berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun jika penyimpanannya benar.

Asam sunti siap digunakan untuk berbagai masakan tradisional Aceh seperti asam keueng, pepes Aceh, tumis Aceh dan lain-lain. Meskipun rasanya asam, namun asam sunti sangat sulit diganti dengan asam lainnya. Mengganti asam sunti dengan bahan asam lain akan membuat rasa masakan berbeda dan menghilangkan rasa autentik pada masakan Aceh.

Asam sunti bukan hanya bahan pelengkap, melainkan bagian penting dari identitas kuliner Aceh. Dengan proses tradisional yang diwariskan turun-temurun, ia bukan hanya bumbu, tapi juga simbol budaya dan kearifan lokal. Rasanya yang khas dan cara pembuatannya yang alami membuat asam sunti layak untuk lebih dikenal di luar Aceh, bahkan di kancah kuliner nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Observasi Dan Pengalaman Pribadi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU