Kamis, 09 APRIL 2026 • 00:01 WIB

Hidden Gem Aceh! Ini Deretan Pemandian Air Panas yang Bikin Healing Makin Maksimal

Author

Uap hangat dari perut bumi, suasana tenang di salah satu pemandian air panas, Ie Seuum. (Dok : ESDM Aceh/Khairil Basyar, ST, MT)
ACEH -
Aceh tak hanya menyuguhkan pesona laut dan budaya yang kuat, tetapi juga menyimpan potensi wisata berbasis alam yang belum banyak dieksplorasi, salah satunya pemandian air panas alami.

Di balik perbukitan dan kawasan vulkanik, terdapat sejumlah titik sumber air panas yang menawarkan pengalaman relaksasi sekaligus terapi alami. Mulai dari kawasan Aceh Besar hingga dataran tinggi Aceh Tengah, setiap lokasi menghadirkan karakter yang berbeda.

Namun, di balik potensi tersebut, masih banyak pengunjung yang datang tanpa informasi memadai, sehingga pengalaman yang didapat tidak maksimal. Untuk itu, memahami kondisi lokasi, fasilitas, hingga waktu kunjungan menjadi hal penting sebelum berangkat.

Sebagian besar pemandian air panas di Aceh berasal dari aktivitas geotermal, terutama di kawasan pegunungan.

Di wilayah Lembah Seulawah, misalnya, sumber air panas muncul akibat aktivitas vulkanik di sekitar Gunung Seulawah Agam. Salah satu lokasi yang cukup dikenal adalah Pemandian Air Panas Ie Seuum.

Air di kawasan ini mengandung mineral dan belerang yang dipercaya bermanfaat bagi tubuh, seperti membantu relaksasi otot dan melancarkan peredaran darah. Namun, suhu air yang cukup tinggi di beberapa titik juga mengharuskan pengunjung untuk lebih berhati-hati.

Selain itu, suasana alam yang masih asri menjadikan kawasan ini sebagai pilihan utama bagi wisatawan yang mencari ketenangan.

Tidak hanya di Aceh Besar, potensi serupa juga dapat ditemukan di kawasan dataran tinggi Gayo. Di sekitar Takengon, tepatnya di wilayah Kecamatan Bebesen, terdapat beberapa titik pemandian air panas yang dimanfaatkan masyarakat setempat.

Sementara itu, kawasan Kawah Burni Telong juga menyimpan sumber air panas alami dengan akses yang lebih menantang. Lokasi ini umumnya menjadi pilihan bagi pencinta petualangan yang ingin merasakan sensasi berendam di tengah alam terbuka.

Meski belum sepenuhnya dikelola secara modern, keberadaan lokasi-lokasi ini tetap menarik sebagai alternatif wisata berbasis alam.

Dalam praktiknya, pemandian air panas di Aceh umumnya menyediakan dua jenis fasilitas, yakni kolam umum dan kolam privat.

Kolam umum menjadi pilihan yang paling banyak diminati karena tarifnya terjangkau dan mudah diakses. Namun, kondisi ini sering kali diiringi dengan tingkat keramaian yang cukup tinggi, terutama pada akhir pekan.

Sebaliknya, kolam privat menawarkan suasana yang lebih tenang dan nyaman. Fasilitas ini biasanya dipilih oleh pengunjung yang datang bersama keluarga atau menginginkan privasi lebih saat berendam.

Baca juga: Pura di Aceh, Mitos atau Fakta? Ini Jejak Hindu-Buddha yang Tersisa

Suhu air panas alami yang tidak stabil menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengunjung yang membawa anak-anak.

Di beberapa titik, khususnya di sekitar sumber air panas di kawasan Gunung Seulawah Agam, suhu air dapat mencapai tingkat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memilih kolam yang telah bercampur dengan air dingin serta memastikan pengawasan tetap dilakukan selama berada di area pemandian.

Secara umum, fasilitas yang tersedia di pemandian air panas di Aceh meliputi kamar bilas, ruang ganti, serta area istirahat.

Namun, kondisi fasilitas di lapangan masih beragam. Di lokasi seperti Pemandian Air Panas Ie Seuum, fasilitas dasar sudah tersedia, meskipun dalam beberapa kondisi kebersihannya belum sepenuhnya konsisten.

Karena itu, pengunjung disarankan untuk membawa perlengkapan pribadi guna menunjang kenyamanan selama berkunjung.

Pemilihan waktu kunjungan menjadi faktor penting dalam menentukan pengalaman berendam.

Waktu pagi hari, sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, serta sore menjelang malam dinilai sebagai waktu yang paling ideal. Pada waktu tersebut, suasana relatif lebih tenang dan jumlah pengunjung tidak terlalu padat.

Secara umum, biaya masuk ke pemandian air panas di Aceh tergolong terjangkau, dengan kisaran Rp5.000 hingga Rp15.000 per orang.

Selain itu, pengunjung juga perlu memperhitungkan biaya tambahan seperti parkir, sewa gazebo, penggunaan ruang bilas, hingga konsumsi di lokasi.

Pemandian air panas di Aceh menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menenangkan.

Dari hangatnya air di Pemandian Air Panas Ie Seuum di kawasan Lembah Seulawah hingga suasana sejuk dataran tinggi di sekitar Takengon, setiap lokasi memiliki daya tarik tersendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU