Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 APRIL 2026 • 22:23 WIB

Pura di Aceh, Mitos atau Fakta? Ini Jejak Hindu-Buddha yang Tersisa

Pura di Aceh, Mitos atau Fakta? Ini Jejak Hindu-Buddha yang TersisaMasjid Tuha Indrapuri—masjid berusia ratusan tahun yang berdiri di atas jejak candi Hindu–Buddha. Perpaduan sejarah dan religi yang menjadikannya salah satu ikon budaya Aceh. (Dok : Wikipedia)
ACEH -
Nama Aceh kerap dikaitkan dengan identitas Islam yang kuat. Namun, jauh sebelum itu, wilayah ini pernah bersentuhan dengan peradaban lain yang kini nyaris tak meninggalkan jejak secara kasat mata.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah pernah ada pura di Aceh? Jawabannya tidak sederhana.

Hingga kini, tidak ditemukan bangunan pura kuno seperti yang ada di daerah lain di Indonesia. Namun, kondisi tersebut bukan berarti pengaruh Hindu dan Buddha tidak pernah hadir di wilayah ini. Sejumlah catatan sejarah justru menunjukkan bahwa Aceh pernah menjadi bagian dari jalur peradaban Hindu-Buddha pada masa lampau.

Jejak tersebut masih dapat ditelusuri, salah satunya melalui keberadaan Benteng Indrapatra.

Benteng ini terletak di Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Benteng ini pada awalnya digunakan sebagai bangunan pertahanan dari penyerangan musuh ke dalam wilayah Aceh yang saat itu masih merupakan Kerajaan Lamuri. Benteng ini tetap digunakan setelah Kerajaan Lamuri berubah menjadi kerajaan Islam hingga lahirnya Kesultanan Aceh yang merupakan negeri monarki Islam terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Bangunan ini tersusun dari batu-batu besar dengan struktur yang sekilas mengingatkan pada arsitektur candi.

Meski dikenal sebagai benteng, Indrapatra tidak semata berfungsi sebagai sistem pertahanan. Ada dugaan bahwa kawasan ini juga memiliki nilai spiritual dan berkaitan dengan kehidupan keagamaan masyarakat pada masanya.

Di sinilah letak keunikannya. Ketiadaan pura yang tersisa saat ini tidak serta-merta menandakan bahwa praktik keagamaan Hindu tidak pernah ada. Sangat mungkin, bangunan yang dahulu berfungsi sebagai tempat ibadah telah rusak, hilang, atau berubah fungsi seiring perjalanan waktu.

Baca juga: Tak Banyak Tahu, Ini Vihara di Banda Aceh yang Menyimpan Sejarah

Perubahan besar terjadi ketika Islam mulai berkembang dan kemudian menjadi identitas utama masyarakat Aceh. Sejak saat itu, jejak peradaban sebelumnya perlahan memudar, menyisakan sedikit bukti yang kini menjadi bagian penting dalam memahami sejarah wilayah ini.

Meski demikian, sisa-sisa tersebut tetap menunjukkan bahwa Aceh pernah menjadi titik pertemuan berbagai budaya dan kepercayaan.

Kini, Benteng Indrapatra berdiri sebagai saksi bisu dari masa lalu tersebut. Bagi sebagian orang, tempat ini mungkin hanya tampak sebagai bangunan tua. Namun, bagi yang menelusurinya lebih jauh, situs ini menyimpan cerita tentang perubahan zaman dan perjalanan panjang sebuah peradaban.

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai “pura tertua di Aceh” mungkin tidak memiliki jawaban dalam bentuk bangunan yang jelas. Namun, jejaknya tetap dapat ditemukan—tersimpan dalam sejarah dan tercermin melalui peninggalan yang masih bertahan hingga kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pura di Aceh, Mitos atau Fakta? Ini Jejak Hindu-Buddha yang Tersisa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!