Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 15:30 WIB

Imlek 2026 di Banda Aceh: Harmoni Budaya dan Toleransi di Kawasan Peunayong

Imlek 2026 di Banda Aceh: Harmoni Budaya dan Toleransi di Kawasan PeunayongPertunjukan barongsai menjadi daya tarik utama jelang Imlek di Peunayong, Banda Aceh, yang dikenal sebagai kawasan penuh toleransi. (Dok : Instagram/@aanpixx)

ACEH - Banda Aceh bersiap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang diperkirakan kembali berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Kawasan Pecinan Peunayong disebut-sebut akan menjadi pusat aktivitas, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dengan berbagai persiapan yang mulai terlihat menjelang hari perayaan.

Imlek di Banda Aceh selama ini dikenal tidak hanya sebagai perayaan budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga sebagai momen kebersamaan yang melibatkan warga dari berbagai latar belakang.

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan penting dalam kalender lunar yang identik dengan tradisi, doa, serta harapan akan keberuntungan dan kehidupan yang lebih baik. Di Banda Aceh, Imlek kerap dirayakan secara sederhana namun bermakna, dengan menonjolkan nilai toleransi dan harmoni sosial.

Berdasarkan penanggalan Imlek, Tahun Baru Imlek 2026 diperkirakan jatuh pada 17 Februari mendatang. Pada periode tersebut, sejumlah kegiatan keagamaan dan budaya biasanya akan digelar secara bertahap di beberapa titik kota.

Peunayong Diprediksi Jadi Pusat Perayaan

Kawasan Peunayong, yang dikenal sebagai wilayah Pecinan di Banda Aceh, diperkirakan kembali menjadi pusat perayaan. Beberapa vihara seperti Vihara Dharma Sakyamuni dan Vihara Dewi Samudera biasanya menjadi lokasi utama ibadah serta rangkaian kegiatan Imlek.

Menjelang perayaan, warga Tionghoa umumnya mulai melakukan pembersihan vihara dan memasang dekorasi khas seperti lampion merah di sekitar kawasan tersebut.

Baca juga: Mengenal Sejarah Kota Banda Aceh dari Masa ke Masa

Sejumlah kegiatan budaya diperkirakan akan mewarnai perayaan Imlek 2026 di Banda Aceh. Atraksi barongsai menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu masyarakat, baik oleh warga Tionghoa maupun warga sekitar.

Pertunjukan barongsai biasanya akan tampil di area vihara, pusat usaha, hingga penginapan, dengan iringan tabuhan drum dan gong yang menjadi daya tarik tersendiri. Uniknya, beberapa pemuda dan pemudi muslim ikut serta dalam penampilan barongsai.

Selain pertunjukan budaya, tradisi khas Imlek tetap dijaga, mulai dari persiapan tempat ibadah, doa bersama, hingga pemasangan ornamen bernuansa merah yang melambangkan harapan dan keberuntungan.

Tradisi ini menjadi bagian penting dalam menyambut tahun baru sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Masyarakat Banda Aceh dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi dalam menyikapi perayaan keagamaan. Menyambut Imlek, suasana kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama diperkirakan kembali terasa, sebagaimana perayaan-perayaan sebelumnya.

Keterlibatan warga sekitar dalam menyaksikan hingga membantu kelancaran kegiatan Imlek kerap menjadi gambaran kuatnya harmoni sosial di kota ini.

Perayaan Imlek juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Banda Aceh. Kehadiran atraksi budaya, suasana khas Pecinan, serta nilai toleransi yang ditampilkan menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Imlek 2026 di Banda Aceh: Harmoni Budaya dan Toleransi di Kawasan Peunayong

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!