Kamis, 14 MEI 2026 • 00:09 WIB

Bikin Kaget! Ini Kawasan dengan Harga Tanah Termahal di Banda Aceh

Author

Harga tanah di sejumlah kawasan Banda Aceh terus naik dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan strategis kini jadi incaran investor dan pelaku usaha. (ANTARA/Hafidz Mubarak A).

ACEH - Harga tanah di sejumlah kawasan di Kota Banda Aceh dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pertumbuhan pusat bisnis, kawasan kuliner, hingga pembangunan perumahan membuat nilai properti di ibu kota Provinsi Aceh itu semakin tinggi dari tahun ke tahun.

Beberapa titik bahkan disebut-sebut memiliki harga tanah yang mencapai belasan juta rupiah per meter persegi. Kawasan tersebut umumnya berada di pusat aktivitas ekonomi dan menjadi incaran para pelaku usaha maupun investor properti.

Tidak hanya masyarakat lokal, minat investor terhadap lahan strategis di Banda Aceh juga mulai meningkat karena dinilai memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Peunayong, Kawasan Bisnis dengan Harga Tanah Fantastis

Peunayong dikenal sebagai salah satu kawasan dengan harga tanah tertinggi di Banda Aceh. Wilayah yang menjadi pusat perdagangan dan kuliner itu hampir tidak pernah sepi dari aktivitas masyarakat.

Banyak ruko, pusat usaha, hingga bisnis kuliner berdiri di kawasan tersebut. Letaknya yang berada di pusat kota membuat nilai tanah di Peunayong terus mengalami kenaikan setiap tahun.

Di sejumlah titik strategis, harga tanah di kawasan ini disebut dapat menembus kisaran Rp15 juta hingga Rp25 juta per meter persegi, tergantung lokasi dan akses jalan.

Selain menjadi pusat ekonomi, Peunayong juga dekat dengan kawasan pemerintahan, wisata kota, serta jalur utama transportasi masyarakat.

Lampineung Jadi Kawasan Favorit Investasi Properti

Kawasan Lampineung juga masuk dalam daftar daerah dengan harga tanah cukup tinggi di Banda Aceh. Perkembangan pusat kuliner, fasilitas kesehatan, hingga kawasan hunian membuat nilai properti di wilayah tersebut terus meningkat.

Posisinya yang strategis serta berada di jalur penghubung menuju kawasan pendidikan Darussalam menjadikan Lampineung sebagai salah satu lokasi favorit untuk investasi maupun pembangunan rumah dan tempat usaha.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan ruko, kafe, rumah makan, hingga kompleks perumahan tumbuh cukup pesat di kawasan itu.

Harga tanah di Lampineung saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp15 juta per meter persegi, tergantung posisi lahan dan akses jalan.

Baca juga: Kenapa Gayo Dijuluki Negeri di Atas Awan? Ini Fakta dan Sejarahnya

Ulee Kareng, Kawasan Hunian Favorit Masyarakat

Selain dikenal dengan wisata kopi dan kulinernya, Ulee Kareng juga menjadi salah satu kawasan hunian favorit di Banda Aceh.

Banyak masyarakat memilih tinggal di kawasan tersebut karena suasananya dinilai lebih nyaman dan memiliki akses yang cukup dekat menuju pusat kota.

Pertumbuhan bisnis kuliner, perumahan, dan fasilitas umum turut mendorong kenaikan harga tanah di wilayah itu.

Di sejumlah lokasi strategis, harga tanah di kawasan Ulee Kareng disebut berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per meter persegi.

Batoh dan Simpang Surabaya Terus Berkembang

Kawasan Batoh dan Simpang Surabaya juga menjadi wilayah dengan perkembangan properti yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Selain berada di jalur strategis, kawasan ini juga berkembang sebagai pusat usaha baru di Banda Aceh. Banyak gudang, ruko, dan bangunan komersial mulai bermunculan di sepanjang kawasan tersebut.

Kondisi itu membuat harga tanah di Batoh dan sekitarnya terus mengalami peningkatan.

Sejumlah pengamat properti menilai kawasan ini memiliki prospek investasi yang cukup besar karena aksesnya yang menghubungkan berbagai wilayah penting di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Faktor yang Membuat Harga Tanah di Banda Aceh Terus Naik

Meningkatnya harga tanah di Banda Aceh dipengaruhi berbagai faktor. Selain lokasi yang strategis, keberadaan fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, hingga akses jalan utama menjadi alasan utama tingginya nilai properti.

Pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatnya kebutuhan hunian juga ikut mendorong kenaikan harga tanah di sejumlah kawasan.

Di sisi lain, keterbatasan lahan di pusat kota membuat harga properti semakin kompetitif dari tahun ke tahun.

Perbandingan Harga Tanah di Pusat Kota dan Pinggiran

Harga tanah di kawasan pusat Kota Banda Aceh umumnya jauh lebih tinggi dibanding wilayah pinggiran maupun daerah penyangga di Aceh Besar.

Jika di kawasan elite pusat kota harga tanah bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per meter persegi, maka di beberapa wilayah pinggiran harga lahan masih berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp2 juta per meter persegi.

Meski demikian, sejumlah kawasan penyangga kota kini mulai berkembang pesat dan diprediksi akan mengalami kenaikan nilai properti dalam beberapa tahun mendatang.

Banda Aceh Dinilai Masih Menjanjikan untuk Investasi Properti

Perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan kawasan bisnis membuat sektor properti di Banda Aceh dinilai masih memiliki prospek yang cukup baik.

Sejumlah kawasan strategis kini mulai dilirik investor karena dianggap memiliki potensi kenaikan harga yang tinggi di masa depan.

Dengan terus berkembangnya aktivitas ekonomi dan pembangunan kota, harga tanah di Banda Aceh diperkirakan masih akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU