Rabu, 15 JULI 2026 • 03:46 WIB

Liburan ke Banda Aceh? Jangan Lewatkan Museum Aceh yang Kaya Sejarah dan Budaya

Author

Museum Aceh menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kota Banda Aceh. Museum ini menyimpan beragam koleksi bersejarah. (Dok : Irwan Mahdi)
ACEH -
Banda Aceh memiliki banyak destinasi wisata yang sarat nilai sejarah. Salah satu yang paling dikenal adalah Museum Aceh, museum yang menyimpan beragam koleksi peninggalan sejarah, budaya, dan peradaban masyarakat Aceh dari masa ke masa.

Museum ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan, pelajar, hingga peneliti yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan sejarah Tanah Rencong. Selain menghadirkan ribuan koleksi bersejarah, Museum Aceh juga menawarkan pengalaman wisata edukasi yang memadukan nilai budaya, arsitektur tradisional, dan pembelajaran sejarah dalam satu kawasan.

Museum Aceh, Saksi Perjalanan Sejarah Tanah Rencong

Museum Aceh berlokasi di Jalan Sultan Mahmudsyah Nomor 10, Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116. Letaknya yang berada di pusat kota membuat museum ini mudah dijangkau dari berbagai destinasi wisata lainnya, seperti Masjid Raya Baiturrahman dan Museum Tsunami Aceh.

Cikal bakal Museum Aceh bermula dari pembangunan Rumoh Aceh yang dipamerkan pada De Koloniale Tentoonstelling atau Pameran Kolonial di Semarang pada 1914. Setelah pameran berakhir, bangunan rumah adat tersebut dipindahkan ke Banda Aceh dan kemudian berkembang menjadi Museum Aceh yang kini menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah dan budaya di provinsi tersebut.

Hingga kini, Museum Aceh terus menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan perjalanan sejarah, adat istiadat, serta identitas masyarakat Aceh kepada generasi muda maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Koleksi Benda Bersejarah dan Diorama yang Bisa Dilihat

Museum Aceh menyimpan ribuan koleksi yang menggambarkan perkembangan peradaban Aceh sejak masa Kesultanan hingga era modern.

Beberapa koleksi unggulan yang dapat disaksikan pengunjung antara lain:

  • Rencong, siwah, pedang, dan berbagai senjata tradisional Aceh.
  • Manuskrip kuno beraksara Arab Melayu dan Jawi.
  • Batu nisan kuno dari berbagai periode sejarah.
  • Koin emas Kesultanan Aceh Darussalam.
  • Peralatan rumah tangga tradisional masyarakat Aceh.
  • Pakaian adat dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
  • Keramik kuno dari Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa sebagai bukti hubungan perdagangan internasional pada masa lampau.
  • Perhiasan tradisional, perlengkapan upacara adat, serta koleksi etnografi lainnya.
  • Rumoh Aceh sebagai ikon utama museum yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Seluruh koleksi tersebut ditata dalam ruang pamer yang informatif sehingga memudahkan pengunjung memahami perjalanan sejarah, kebudayaan, serta kehidupan masyarakat Aceh dari berbagai zaman.

Baca juga: Museum Aceh Ajak Generasi Muda Kupas Tuntas Sejarah dan Budaya Aceh

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Museum Aceh berada di kawasan strategis pusat Kota Banda Aceh sehingga mudah diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Alamat:
Jalan Sultan Mahmudsyah Nomor 10, Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116.

Jam operasional:

  • Senin–Kamis: 08.30–12.00 WIB dan 13.30–16.30 WIB
  • Jumat: Tutup
  • Sabtu–Minggu: 08.30–12.00 WIB dan 13.30–16.30 WIB

Harga tiket masuk ke Museum Aceh adalah sebagai berikut:

  • Dewasa Rp5.000
  • Anak-anak Rp3.000
  • Tamu asing Rp15.000

Tiket bisa dibeli melalui loket Museum Aceh saat berkunjung, baik secara tunai maupun melalui QRIS.

Tarif Parkir Kendaraan:

  • Roda dua Rp2.000
  • Roda empat (mobil pribadi) Rp3.000
  • Bis/Minibus Rp5.000

Sebelum berkunjung, pengunjung disarankan memastikan kembali jadwal operasional melalui kanal resmi Museum Aceh karena jam layanan dapat berubah pada hari libur nasional atau kegiatan tertentu.

Tips Berkunjung dan Aturan di Area Museum

Agar kunjungan lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kelestarian koleksi museum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman.
  • Jangan menyentuh koleksi tanpa izin petugas.
  • Hindari penggunaan lampu kilat (flash) pada area yang melarang pengambilan gambar.
  • Jagalah kebersihan selama berada di lingkungan museum.
  • Jangan membuat keributan yang dapat mengganggu pengunjung lain.
  • Patuhi seluruh petunjuk dan arahan dari petugas museum.
  • Datang pada pagi hari agar memiliki waktu lebih leluasa menikmati seluruh koleksi.

Destinasi Wisata Edukasi yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan

Museum Aceh tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memperkenalkan perjalanan panjang masyarakat Aceh kepada publik. Setiap koleksi yang dipamerkan merekam jejak peradaban, budaya, serta semangat perjuangan yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Museum Aceh menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi bersama keluarga maupun rombongan pelajar. Selain memperkaya wawasan sejarah, kunjungan ke museum juga menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus menghargai warisan budaya yang dimiliki Indonesia.

Dengan lokasi yang mudah dijangkau, koleksi yang beragam, serta fasilitas yang terus dikembangkan, Museum Aceh menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang patut masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Banda Aceh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU