Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 03 AGUSTUS 2025 • 23:00 WIB

Aceh Punya Wakil! Khairunnisa Usman Jadi Guru Bahasa Korea Pertama yang Tembus Konferensi Dunia di Seoul

Aceh Punya Wakil! Khairunnisa Usman Jadi Guru Bahasa Korea Pertama yang Tembus Konferensi Dunia di SeoulNisa, guru Bahasa Korea asal Aceh menjadi satu-satunya yang diundang ke Konferensi Guru Dunia 2025 di Seoul. (Dok : usk.ac.id)
ACEH -
Khairunnisa Usman, alumni Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2015, mencetak prestasi yang luar biasa.

Ia menjadi guru Bahasa Korea pertama asal Aceh yang diundang untuk menghadiri Konferensi Guru Bahasa Korea Dunia 2025 (2025 세계한국어교육자대회) di Seoul, Korea Selatan.

Wanita yang akrab disapa Nisa ini tercatat sebagai tenaga pengajar di King Sejong Institute (KSI) Banda Aceh, sebuah lembaga resmi di bawah naungan pemerintah Korea Selatan.

Konferensi ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh King Sejong Institute Foundation (KSIF), yaitu yayasan yang didirikan oleh pemerintah Korea Selatan pada tahun 2007 untuk mempromosikan bahasa dan budaya Korea di seluruh dunia.

Baca juga: Bawa Budaya Aceh ke Pentas Nasional, Dwi Ikut Kelas Eksklusif Bareng Maestro Seni

Sebanyak 300 tenaga pendidik Bahasa Korea dari berbagai negara hadir pada acara yang berlangsung pada bulan Juli di Seoul.

Selama mengikuti acara, Nisa mengaku mendapatkan banyak ilmu baru mengenai metode dan pendekatan dalam mengajar Bahasa Korea. Salah satu hal menarik yang dipelajarinya adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu untuk mempersiapkan bahan ajar dan mendukung proses belajar mengajar.

Sebelumnya, ia juga pernah mendapatkan beasiswa Korean Language Course di Jeju University pada tahun 2017.

“Insyaallah, ilmu yang saya dapatkan selama kegiatan akan saya terapkan dalam kelas demi menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan,” ujar Nisa.

Sebelum mengajar, Nisa aktif sebagai staf operasional di KSI Banda Aceh sejak tahun 2023. Namun, ia merasa miris karena minat peserta didik tidak seimbang dengan jumlah pengajar.

Baca juga: Banda Aceh & Jepang Kolaborasi Mitigasi Bencana Level Internasional

Hal ini mendorongnya untuk mengikuti program pelatihan guru yang diadakan oleh KSIF pada tahun 2024. Pada awal tahun 2025, ia resmi menjadi guru di lembaga tersebut, yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Korea Selatan.

Menurutnya, saat ini peluang untuk mendapatkan beasiswa dan pekerjaan di Korea Selatan sedang meningkat pesat. Ia menekankan bahwa keahlian dalam Bahasa Korea akan sangat menunjang berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, karier, dan pengalaman budaya.

“Ada baiknya jika ketertarikan maupun hobi yang berhubungan dengan Korea Selatan yang saat ini dimiliki oleh banyak muda-mudi, terutama di Aceh dikembangkan menjadi sebuah keahlian yang akan berguna di masa mendatang dengan mulai mempelajari bahasa dan budayanya,” pungkas Nisa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Aceh Punya Wakil! Khairunnisa Usman Jadi Guru Bahasa Korea Pertama yang Tembus Konferensi Dunia di Seoul

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!