Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 09 AGUSTUS 2025 • 23:21 WIB

Inovasi Kue Tradisional Aceh Bhoi Morica Raih 3 Penghargaan Internasional di Korea!

Inovasi Kue Tradisional Aceh Bhoi Morica Raih 3 Penghargaan Internasional di Korea!Kue tradisional Bhoi Morica karya mahasiswa USK sukses boyong 3 penghargaan di Korea. (Dok : usk.ac.id)

ACEH - Inovator muda dari Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Tim USK sukses meraih tiga penghargaan di ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) 2025 dengan produk inovatif mereka, “Bhoi Morica: Kue Tradisional Bergizi Inovatif sebagai Solusi Pencegahan Antelmintik dan Stunting Alami untuk Balita dan Ibu Hamil.”

Kompetisi ini berlangsung di Korea International Exhibition Center (KINTEX), Korea Selatan. Tim ini terdiri atas tiga mahasiswa USK: Nelli Desianti (Pendidikan Ekonomi – FKIP), Sarah Salsabil (Biologi – FMIPA), dan Putri Salsabila Rinaldi (Statistika – FMIPA). Mereka dibimbing oleh dosen A. Abdul Razak, M.Si.

Ketua tim, Nelli Desianti, menjelaskan bahwa Bhoi Morica adalah kue tradisional khas Aceh berbahan dasar daun kelor dan biji pepaya. Produk ini dikembangkan sebagai obat cacing (antelmintik) sekaligus untuk mencegah stunting pada balita dan ibu hamil.

“Ajang ini dirancang untuk mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan perempuan, memberikan platform untuk menampilkan karya inovatif, serta membuka peluang kolaborasi dan akses ke pasar global,” kata Nelli.

Baca juga: Good Forest Indonesia dan ARC-USK Kolaborasi Bangun Industri Nilam di Kalimantan Tengah

Inovasi Bhoi Morica lahir dari keprihatinan atas tingginya angka stunting dan infeksi cacingan di Aceh. Tim pengembang meracik produk berbahan alami yang mudah ditemukan di daerah untuk mengatasi dua masalah ini sekaligus.

Kue Bhoi dipilih sebagai pangan lokal karena kaya protein. Daun kelor dipilih karena kaya nutrisi seperti vitamin A, kalsium, dan zat besi, serta berfungsi sebagai antioksidan. Sementara itu, biji pepaya yang diolah menjadi tepung memiliki sifat antibakteri dan anticacing alami. Manfaat dari kedua bahan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan gizi, mencegah stunting, serta mengatasi infeksi cacingan.

Bhoi Morica tidak hanya berfungsi sebagai makanan tradisional, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Produk ini menjadi solusi inovatif untuk mengatasi stunting dan infeksi cacingan secara bersamaan.

Inovasi Kue Tradisional Aceh Bhoi Morica Raih 3 Penghargaan Internasional di Korea!Lewat inovasi kue tradisional bergizi ‘Bhoi Morica’, mereka sukses meraih tiga penghargaan bergengsi internasional. (Dok : usk.ac.id)

Berkat inovasi ini, tim USK berhasil menyabet tiga penghargaan, yaitu Silver Medal, Special Award, dan Special Prize. Ajang KIWIE 2025 diikuti oleh 445 penemuan dari Korea Selatan, 312 penemuan dari 16 negara, serta 80 perusahaan internasional. Prestasi ini membuktikan bahwa inovasi lokal memiliki potensi besar untuk bersaing dan diakui di tingkat global.

KIWIE merupakan kompetisi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Korea Women Inventors Association (KWIA) bekerja sama dengan Korean Intellectual Property Office (KIPO), serta didukung oleh berbagai kementerian dan lembaga di Korea Selatan, termasuk Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian UKM dan Startup, dan Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO).

“Harapan kami dari Bhoi Morica adalah menjadi solusi inovatif untuk mengatasi stunting dan infeksi cacingan di Provinsi Aceh,” pungkas Nelli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Inovasi Kue Tradisional Aceh Bhoi Morica Raih 3 Penghargaan Internasional di Korea!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!