ACEH - Muhammad Putra Aprullah, guru sekaligus peneliti dari MAN 1 Banda Aceh, meraih prestasi membanggakan. Karyanya yang berjudul “The Role of ESG Committee on Indonesian Companies in Promoting Sustainable Practice to Creditors: Symbolic or Substantive?” resmi dipublikasikan pada 26 September 2025 di International Journal of Financial Studies, jurnal internasional bereputasi Scopus (Q2) yang berpusat di Basel, Swiss.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa guru madrasah tidak hanya berkontribusi di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di level dunia.
Penelitian tentang peran komite Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mendorong praktik keberlanjutan pada perusahaan Indonesia dilakukan oleh Muhammad Putra Aprullah dengan menggunakan 1.518 observasi perusahaan sektor non-finansial di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2023, melalui metode data panel tidak seimbang. Hasilnya menunjukkan bahwa pengungkapan ESG terbukti secara signifikan menurunkan biaya utang, sehingga memberikan keuntungan nyata bagi perusahaan maupun kreditur.
Baca juga: Stanford & Elsevier Nobatkan 6 Ilmuwan USK Masuk Daftar Top 2% Dunia
Temuan lain mengungkapkan bahwa peran komite ESG sebagai quasi-moderator sedikit melemahkan hubungan antara pengungkapan ESG dan biaya utang. Hal ini menandakan bahwa komite ESG kini semakin bersifat substansial, bukan sekadar simbolis, dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan praktik keberlanjutan.
Dalam penelitian ini, Muhammad Putra Aprullah dibimbing oleh akademisi terkemuka dari Universitas Syiah Kuala, yakni Prof. Yossi Diantimala, M.Si., Dr. Muhammad Arfan, M.Si., dan Dr. Irsyadillah, M.Sc. Kolaborasi tersebut memastikan kualitas artikel ilmiah sehingga memenuhi standar internasional dan layak diterbitkan di jurnal bereputasi tinggi.
Prestasi ini menambah deretan pencapaian gemilang Muhammad Putra Aprullah. Sebelumnya, ia berhasil meraih penghargaan Presenter Terbaik pada 3rd Aceh International Seminar on Zakat and Wakaf yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh pada 18–19 September 2025, melalui artikel ilmiah berjudul “The Role of Islamic Social Finance in Addressing Poverty and Inequality in Indonesia: A Systematic Literature Review.”
Seminar tersebut diikuti oleh dosen dan peneliti dari Aceh, berbagai wilayah di Indonesia, hingga peserta internasional dari Malaysia dan Turki, sehingga membuka jaringan akademik yang lebih luas.
Prestasi selanjutnya, ia juga mempresentasikan karya ilmiahnya yang berjudul “Firm Scale and Sustainability Practice: Do Women on the Supervisory Board Matter?” pada 15th Annual International Conference on Social Science yang diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala pada 4–5 September 2025.
Dengan prestasi-prestasi ini, nama MAN 1 Banda Aceh semakin bersinar. Karya-karya Muhammad Putra Aprullah menjadi contoh nyata bahwa dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi ilmiah mampu membuka peluang besar bagi guru Indonesia untuk berkiprah di kancah global, sekaligus mengharumkan nama bangsa melalui penelitian berkualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aceh.kemenag.go.id