Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 22:37 WIB

BBM Habis & Bantuan Terhambat, Aceh Tengah Berjuang di Tengah Krisis Logistik

BBM Habis & Bantuan Terhambat, Aceh Tengah Berjuang di Tengah Krisis LogistikAkses jalan Aceh Tengah terputus, listrik dan komunikasi lumpuh, 6.104 KK mengungsi, dan 9 kecamatan masih terisolir. Pemerintah daerah mendesak pembukaan jalur udara agar bantuan bisa segera masuk. (Dok : Diskominfo Aceh Tengah/Fasya) 

ACEH - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sejak 25 hingga 28 November 2025 menimbulkan kerugian besar dan dampak kemanusiaan yang serius.

Dalam laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dipaparkan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, per Jumat (28/11/2025) pukul 17.00 WIB, tercatat 16 jiwa meninggal dunia, sementara lebih dari 6.104 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi. Selain itu, 1.938 rumah mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

Data kerusakan menunjukkan parahnya dampak yang terjadi pada infrastruktur vital. Total 14 kecamatan terdampak, dengan 9 kecamatan di antaranya kini berstatus terisolir.

Beberapa sektor yang mengalami kerusakan parah antara lain:

  • Akses Transportasi: Lima ruas jalan nasional menuju Kabupaten Aceh Tengah dari luar kabupaten terputus. Akses jalan menuju 9 kecamatan dari ibu kota kabupaten juga terhenti. Puluhan jalan penghubung kecamatan dan desa ikut terputus.
  • Infrastruktur Vital: Sebanyak 18 jembatan terputus total, melumpuhkan mobilitas warga. Selain itu, akses listrik, air bersih, dan telekomunikasi/internet di 14 kecamatan mengalami kerusakan. Kondisi ini diperburuk oleh terputusnya akses ke Rumah Sakit Umum Datu Beru, yang membuat pelayanan medis darurat terhambat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kini menghadapi situasi sangat kritis, terutama karena penanganan di lapangan terkendala akses dan logistik.

Baca juga: Aceh Tengah Krisis Jaringan: Pemkab Pasang Internet Satelit untuk Warga

BPBD mencatat bahwa BBM telah habis, dan bantuan mendesak belum dapat disalurkan sepenuhnya. Hingga lima hari pascabencana, belum ada bantuan kemanusiaan yang berhasil masuk dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat akibat seluruh akses darat terputus.

“Saat ini, kami benar-benar dalam kondisi darurat dan hanya jalur udara yang dapat menjangkau Kabupaten Aceh Tengah,” ujar Bupati Haili Yoga ketika diwawancarai oleh awak media. 

Ia menambahkan, “Belum ada sentuhan bantuan dari pemerintah provinsi dan yang bisa kami salurkan, karena semua logistik dari luar pusat belum bisa masuk. Kami hanya mengandalkan sumber daya lokal yang terbatas, bahkan stok BBM sudah habis. Wilayah terisolir butuh penanganan logistik secepatnya.”

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah berupaya maksimal dengan sumber daya terbatas. Namun, skala bencana ini telah melampaui kapasitas daerah. Bantuan yang paling dibutuhkan saat ini, sebagaimana terdata oleh BPBD, meliputi logistik makanan, obat-obatan, tenda pengungsian, serta dukungan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus.

Pemerintah Daerah berharap Pemerintah Pusat melalui BNPB segera menetapkan status tanggap darurat nasional dan mengirimkan bantuan melalui jalur udara agar korban tidak bertambah dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Aceh Tengah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BBM Habis & Bantuan Terhambat, Aceh Tengah Berjuang di Tengah Krisis Logistik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!