Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 18:50 WIB

Akses Putus, PLN Terbangkan Peralatan Demi Pulihkan Aceh Tengah

Akses Putus, PLN Terbangkan Peralatan Demi Pulihkan Aceh TengahAceh Tengah kini alami pemadaman total akibat longsor yang merusak 15 titik jaringan utama. PLN bersama Pemkab bergerak cepat mengirim peralatan lewat helikopter untuk mempercepat pemulihan listrik dan komunikasi. (Dok : Humas Aceh Tengah/Fasya Harsa)

ACEH - Bencana hidrometeorologi parah yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memutus jalur transportasi darat, tetapi juga melumpuhkan total jaringan kelistrikan dan komunikasi.

Dalam upaya percepatan pemulihan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama PT PLN (Persero) ULP Takengon mengambil langkah darurat dengan membuka akses pendistribusian peralatan melalui jalur udara (helikopter), Jumat (28/11/2025).

Manajer PLN ULP Takengon, Muhammad Purkan, mengonfirmasi bahwa pemadaman total ini dipicu kerusakan masif pada infrastruktur vital, baik jaringan lokal maupun interkoneksi utama.

Purkan menjelaskan bahwa bencana longsor telah merusak sedikitnya 15 titik jaringan dan tiang listrik utama di wilayah Aceh Tengah, sehingga memutus aliran listrik ke seluruh kabupaten. Lebih jauh, fasilitas cadangan kelistrikan daerah, yakni PLTD Ayangan, juga terdampak longsor dan tidak dapat beroperasi untuk menopang kebutuhan darurat.

“Dampak longsor di wilayah Aceh Tengah sendiri sangat besar, 15 titik jaringan kami putuskan total. Ironisnya, PLTD Ayangan yang selalu kami siagakan untuk kondisi darurat, kini juga lumpuh karena tertimbun material longsor. Kami berpacu dengan waktu untuk memulihkannya,” ujar Purkan.

Baca juga: BNPB Kerahkan 4 Tim Besar, Aceh Fokus Hadapi Banjir Berkepanjangan

Ia menegaskan bahwa titik kunci normalisasi listrik di Aceh Tengah dan Bener Meriah bergantung pada pemulihan jaringan interkoneksi di luar wilayah Tanoh Gayo.

“Kami menunggu informasi kesiapan tower SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) jalur Arun–Bireuen, kemudian dari Gardu Induk (GI) Bireuen menuju Gardu Induk Takengon. Setelah jalur utama ini selesai, barulah listrik di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dapat dinormalkan secara bertahap,” jelas Purkan.

Untuk mempercepat proses krusial tersebut, bantuan peralatan dari PLN Pusat yang tiba di Banda Aceh pada Kamis (27/11/2025) langsung didistribusikan ke titik-titik pusat gangguan SUTT melalui helikopter.

Salah satu kendala terbesar dalam penanganan bencana kali ini adalah terputusnya akses komunikasi dan informasi, disertai lumpuhnya jaringan listrik serta terisolirnya sejumlah wilayah.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah, Mustafa Kamal, memastikan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal menjaga kelancaran arus informasi resmi kepada masyarakat.

“Dengan kondisi jaringan telekomunikasi yang sangat terbatas, bahkan lumpuh di banyak titik, kami memastikan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus berupaya seefisien mungkin dalam percepatan penanggulangan bencana. Kami berkoordinasi erat dengan PLN dan pihak terkait lainnya agar setiap perkembangan, terutama terkait korban dan penyaluran bantuan, dapat diinformasikan secara berkala melalui saluran darurat,” tegas Mustafa Kamal.

PLN Takengon bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan komitmennya untuk terus bekerja maksimal agar seluruh upaya penanggulangan, khususnya pemulihan infrastruktur vital, dapat berjalan efektif dan secara bertahap kembali normal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Aceh Tengah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Akses Putus, PLN Terbangkan Peralatan Demi Pulihkan Aceh Tengah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!