Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 12:25 WIB

Krisis BBM dan Beras Makin Parah, Warga Serbu Kantor Bupati Aceh Tengah

Krisis BBM dan Beras Makin Parah, Warga Serbu Kantor Bupati Aceh TengahRatusan warga Aceh Tengah mendatangi Kantor Bupati menuntut solusi krisis BBM dan beras. (Dok : Diskominfo Aceh Tengah/Fasya Harsa)
ACEH -
Ratusan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (2/12/2025), mendatangi Kantor Bupati untuk menyuarakan keresahan mereka terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan beras yang semakin sulit ditemukan di pasaran.

Situasi darurat ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah mengambil langkah cepat melalui kebijakan prioritas yang langsung ditetapkan oleh Bupati, guna memastikan suplai energi dan bantuan mendesak dari tingkat provinsi dan pusat.

Aksi massa yang berlangsung tertib tersebut menjadi bentuk kekhawatiran masyarakat akan potensi krisis pangan dan terganggunya mobilitas sehari-hari. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, turun langsung menemui para demonstran untuk mendengarkan keluhan serta menjelaskan langkah-langkah penanganan yang sedang dilakukan pemerintah daerah.

“Saya dari Kecamatan Rusip meninggalkan keluarga karena sudah kelaparan dan tidak ada BBM untuk pulang mengantarkan makanan,” ungkap seorang warga, menggambarkan betapa mendesaknya kondisi yang mereka hadapi.

Baca juga: DPRK Aceh Tengah: “Jangan Naikkan Harga Saat Bencana!”

Bupati Haili Yoga menyatakan bahwa Pemkab sangat memahami situasi masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa stok BBM yang tersisa harus difokuskan untuk kebutuhan vital dan kedaruratan. Prioritas tersebut meliputi penggunaan BBM untuk:

  • Alat berat, guna membuka akses jalan yang terputus,
  • Ambulans, untuk keperluan evakuasi dan pelayanan kesehatan darurat,
  • Genset posko evakuasi, agar posko tetap beroperasi,
  • Mobilitas tim evakuasi, untuk mendukung operasi penyelamatan di lapangan.

Sebagian SPBU juga tetap diizinkan menjual stok terbatas.

“Ini adalah derita bersama, tidak ada kepentingan pribadi. Stok yang tersisa adalah untuk prioritas penyelamatan dan pemulihan kita bersama,” tegas Bupati Haili Yoga, meminta pengertian masyarakat.

Menghadapi kapasitas daerah yang terbatas, Pemkab Aceh Tengah terus mengajukan permohonan tambahan bantuan kebutuhan esensial, terutama beras dan BBM, kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat.

“Alhamdulillah, meskipun bantuan sudah mulai masuk, kebutuhan esensial masyarakat semakin mendesak. Kapasitas pemerintah daerah sangat terbatas. Tanpa bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat, krisis ini akan semakin parah,” ujar Bupati.

Pemkab Aceh Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan bersatu menghadapi masa sulit ini. Pemerintah daerah memastikan akan semaksimal mungkin mendistribusikan setiap bantuan yang masuk secara adil dan tepat sasaran, sekaligus terus memperjuangkan suplai tambahan melalui jalur resmi yang tersedia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Aceh Tengah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Krisis BBM dan Beras Makin Parah, Warga Serbu Kantor Bupati Aceh Tengah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!