Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 21:39 WIB

BTS Masih Lumpuh di Aceh: Wamenkomdigi Ungkap Listrik Jadi Biang Kerok

BTS Masih Lumpuh di Aceh: Wamenkomdigi Ungkap Listrik Jadi Biang KerokWamenkomdigi Nezar Patria menyampaikan update pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh. Listrik terbatas jadi kendala utama, pemerintah kirim Starlink dan percepat distribusi BBM. (Dok : Humas Aceh)

ACEH - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Wamenkomdigi RI), Nezar Patria, menegaskan bahwa pasokan listrik yang belum stabil menjadi hambatan utama dalam proses pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh pascabencana hidrometeorologi.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, lobi Kantor Gubernur Aceh, Jumat (5/12/2025) pagi.

Nezar menjelaskan bahwa dari total 3.414 Base Transceiver Station (BTS) di Aceh, baru sekitar 52 persen yang kembali aktif. Sementara sisanya belum dapat berfungsi optimal akibat terbatasnya ketersediaan listrik.

“Jadi problem utama dari BTS di Aceh ini bukan hancur karena banjir, karena kebetulan tempatnya itu relatif aman dari terpaan banjir. Problem utama kita adalah suplai listrik. Nah kalau suplai listrik sudah normal, Insya Allah BTS bisa berfungsi seperti sediakala,” jelasnya.

Selama masa tanggap darurat, sejumlah BTS dioperasikan menggunakan genset. Namun penggunaan genset memiliki batas operasional karena tidak dapat bekerja 24 jam penuh dan membutuhkan jeda agar tidak cepat rusak.

“Karena dalam situasi seperti ini, kita memerlukan suplai BBM yang cukup. Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan untuk wilayah-wilayah kritikal mendapat perhatian dan penanganan khusus, sehingga cadangan BBM untuk seluruh Aceh tetap terjaga. Menurut laporan Pertamina, suplai terus berjalan, baik melalui jalur laut maupun darat, dan ini terus menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan distribusi BBM tidak terputus,” ujarnya.

Baca juga: Banjir Tengah Malam & Listrik Padam, Polres Aceh Selatan Turun Tangan Selamatkan Warga

Untuk memperkuat konektivitas di daerah terdampak, Kemkomdigi RI juga telah menyalurkan 20 unit Starlink. Enam unit telah dikirim ke Aceh Tamiang dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfo setempat melalui pengiriman menggunakan kapal SAR. Tiga unit lainnya dikirim ke Aceh Tengah dan masih dalam proses perjalanan. Jumlah serupa juga dikirim ke Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

“Kemudian ada tiga unit ke Bener Meriah, ditambah dua unit sudah berada dalam perjalanan lagi ke sana,” tambahnya.

Di Pidie Jaya, pemerintah menyalurkan satu unit Starlink dan menambah dua unit tambahan untuk memperkuat layanan telekomunikasi. Bireuen juga menerima satu unit. Sementara itu, dua unit untuk Lhokseumawe selanjutnya akan dibawa ke Lokop dengan bantuan Danrem Lilawangsa karena daerah tersebut sangat membutuhkan akses komunikasi.

Nezar turut mengapresiasi kerja cepat operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XLSMART, serta dukungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang menurunkan peralatan telekomunikasi dan membuka akses satelit di sejumlah titik, termasuk Aceh Tamiang.

“Upaya ini sangat membantu para pengungsi berkomunikasi dengan keluarganya. Banyak yang khawatir karena sebagian wilayah sempat terisolir,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah akan terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi dengan dukungan seluruh pihak.

“Jika aliran listrik sudah normal, pemulihan jaringan telekomunikasi diperkirakan bisa mencapai lebih dari 90 persen,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BTS Masih Lumpuh di Aceh: Wamenkomdigi Ungkap Listrik Jadi Biang Kerok

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!