Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 21:50 WIB

UGM Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir di Bener Meriah

UGM Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir di Bener MeriahTim UGM berjibaku di tengah cuaca ekstrem buat pasang Early Warning System di Bener Meriah. (Dok : UGM)

ACEH - Banjir susulan kembali mengancam sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra, khususnya Aceh dan Sumatra Barat. Menjelang akhir tahun 2025, tepatnya Selasa (30/12/2025), hujan deras mengguyur Kabupaten Bener Meriah. Aliran sungai yang masih tersumbat material sisa banjir membuat air meluap hingga merendam permukiman di Desa Lampahan Timur dan Lampahan Induk, Kecamatan Timang Gajah.

Menanggapi kekhawatiran warga atas banjir yang berulang, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) Banjir di kawasan tersebut. Program ini dipimpin dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Dr. Sc. Adhy Kurniawan, S.T., bekerja sama dengan Pusat Studi Energi (PSE UGM) serta Universitas Teuku Umar. Kegiatan ini didukung hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainstek) melalui skema Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana.

EWS yang dipasang memiliki sumber energi mandiri menggunakan panel surya. Sistem ini dilengkapi sensor ketinggian muka air, CCTV pemantauan sungai, dan sirine yang berbunyi bila potensi banjir meningkat. “Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,” ujar Adhy saat diwawancarai, Jumat (9/1).

Adhy menjelaskan, proses menuju lokasi bukan hal mudah. Sebanyak 31 paket kargo berisi peralatan dikirim bertahap dari Yogyakarta ke Aceh. Perjalanan menuju Bener Meriah pun penuh tantangan. “Dari Banda Aceh ke Bireuen saja bisa lebih dari enam jam, lalu dilanjutkan ke Bener Meriah enam jam lagi. Akses jalan dan cuaca memang cukup berat,” jelasnya.

Setelah seluruh peralatan tiba dan dirakit, tim bekerja di lapangan. Pemasangan EWS dilakukan pada 2 Januari 2026 di Lampahan Timur, setelah melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Adhy menerangkan, sistem ini membaca perubahan elevasi muka air sungai. Ketika air melewati ambang batas, sensor akan mengirim data dan sirine berbunyi otomatis.

Baca juga: Pemkot Makassar Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Banjir Aceh

EWS juga memiliki dua pengeras suara yang mengarah ke dua titik berbeda, sehingga peringatan dapat terdengar lebih luas. CCTV memungkinkan pemantauan visual sungai secara berkala dengan rekaman yang dapat diakses melalui laman pemantauan. “Harapannya, saat sirine berbunyi, warga sudah paham itu tanda muka air naik dan harus bersiap, misalnya mengamankan barang-barang penting,” ujarnya.

Pemasangan ini merupakan EWS ketiga oleh tim UGM di Aceh. Sebelumnya, mereka telah memasang dua unit EWS di Pulau Simeulue pada 2024 melalui program Kosabangsa, dan satu unit lain di Meulaboh pada 2025.

Menurut Adhy, tantangan terbesar biasanya pemilihan lokasi. Namun di Bener Meriah, prosesnya berjalan lancar. “Alhamdulillah, lokasi bisa ditentukan dengan cepat dan penempatan alatnya lancar. Peralatan utama kami bawa dari Jogja, di sini hanya beli tiang-tiang pendukung,” katanya.

Untuk keberlanjutan, pengelolaan dan pemeliharaan alat diserahkan kepada masyarakat serta pemerintah daerah. Adhy juga menyebut teknologi ini berpotensi direplikasi di wilayah rawan banjir lainnya. “Alat ini kami serah-terimakan ke masyarakat, karena konsep dari sistem peringatan dini itu yang penting dia berfungsi sebelum kejadian bencana untuk memberikan peringatan. Bisa saja nanti dikembangkan jadi beberapa titik dan dipantau lewat satu dashboard, tapi itu bertahap,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem EWS bersifat fleksibel dan dapat dipindahkan jika diperlukan. Jika ke depan BPBD menilai lokasi perlu digeser, alat dapat direlokasi dengan mudah. Perangkat ini juga dilengkapi GPS yang otomatis menyesuaikan lokasi terbaru.

Sebagai penutup, Adhy berharap EWS benar-benar dimanfaatkan oleh warga. “Semoga alat ini dirawat dan difungsikan dengan baik sehingga bisa memberi peringatan dini sebelum banjir terjadi. Ini kontribusi kecil kami untuk masyarakat Aceh,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: UGM, UGM

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UGM Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir di Bener Meriah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!