Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 27 JANUARI 2026 • 23:48 WIB

Sekolah di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Pemulihan Ngebut Berkat Dana Kebersihan Kemendikdasmen

Sekolah di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Pemulihan Ngebut Berkat Dana Kebersihan KemendikdasmenSekolah-sekolah di Aceh Tamiang akhirnya kembali hidup setelah banjir. Dengan dukungan dana pembersihan dari Kemendikdasmen, proses belajar mengajar bisa berjalan lancar lagi. (Dok : Humas Aceh)
ACEH -
Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Aceh Tamiang mulai kembali pulih setelah sebelumnya terdampak banjir. Dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupa bantuan dana pembersihan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pemulihan layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto, memastikan seluruh sekolah kini telah kembali beroperasi. Meski begitu, beberapa sekolah masih melakukan pembersihan lingkungan dan fasilitas pendukung yang terdampak bencana.

“Untuk pembersihan halaman dan sarana penunjang, kami targetkan tuntas dalam satu hingga dua minggu ke depan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal,” ujar Sepriyanto pada Senin (26/1/2026).

Apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat juga datang dari pihak sekolah. Kepala SDN Tanjung Binjai, Rosydha Tanjung, mengatakan bahwa bantuan dana pembersihan sekolah sangat membantu dalam mempercepat pemulihan pascabanjir.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri dan jajaran Kemendikdasmen atas bantuan dana pembersihan sekolah. Dana tersebut kami gunakan untuk pengadaan alat kebersihan serta biaya operasional selama proses pembersihan berlangsung,” ungkap Rosydha.

Hal serupa disampaikan guru SDN Tanjung Binjai, Hasanah Lubis, yang menilai bantuan tersebut memberi dampak langsung pada kelancaran proses belajar.

Baca juga: Sambut OSN 2026, Olim Aceh Gelar Try Out Nasional Bareng 300 Peserta

“Bantuan dana kebersihan sekolah sangat bermanfaat bagi kami yang terdampak banjir. Alhamdulillah sekolah sudah aktif kembali seperti semula. Terima kasih atas perhatian dan kepedulian Kemendikdasmen,” tuturnya.

Program bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan di situasi darurat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat melakukan peninjauan langsung ke Aceh Tamiang pada 5 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Menurutnya, semangat belajar harus tetap dijaga meski sarana dan prasarana terdampak bencana.

“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” pesan Abdul Mu’ti.

Berdasarkan data per 5 Januari 2026, dukungan Kemendikdasmen untuk pemulihan pendidikan di Aceh meliputi penyaluran 15.500 perlengkapan sekolah, 97 unit tenda pendidikan, 100 ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,2 miliar, serta dukungan psikososial senilai Rp300 juta.

Rangkaian bantuan ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan layanan pendidikan pascabencana dan menjaga hak belajar anak-anak Aceh Tamiang agar tetap terpenuhi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sekolah di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Pemulihan Ngebut Berkat Dana Kebersihan Kemendikdasmen

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!