Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 21:03 WIB

Warga Bireuen Kompak Tolak Huntara, Minta Huntap Langsung

Warga Bireuen Kompak Tolak Huntara, Minta Huntap LangsungWakil Gubernur Aceh Fadhlullah berdialog dengan pemerintah daerah dan keuchik terkait polemik huntara dan percepatan huntap di Bireuen. (Dok : Humas Aceh)

ACEHWakil Gubernur Aceh Fadhlullah turun langsung memimpin rapat bersama para camat dan seluruh keuchik gampong (kepala desa) terkait dampak bencana di Kabupaten Bireuen, di Kantor Camat Peusangan, Minggu (8/2/2026).

Kehadiran Fadhlullah, dalam rapat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait bertujuan meluruskan polemik bantuan hunian sementara (huntara) yang belakangan ramai dipersoalkan publik. Dalam forum tersebut, Fadhlullah menegaskan komitmen pemerintah terhadap warga terdampak bencana, khususnya pada masa transisi pemulihan pascabencana.

“Karena sekarang masa transisi, ada beberapa tanggung jawab pemerintah terhadap warga terdampak bencana,” kata Fadhlullah.

Ia menjelaskan, rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga hilang telah masuk dalam skema rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) dan sudah diusulkan ke pemerintah pusat. Skema bantuan tersebut, kata dia, juga telah disosialisasikan hingga ke tingkat desa.

Polemik muncul menyusul adanya laporan dari Kementerian Dalam Negeri terkait surat masyarakat Bireuen yang menyebutkan tidak semua warga menginginkan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan masih berharap adanya huntara.

Padahal, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, sebanyak 2.646 kepala keluarga telah ditransfer dana DTH oleh PPK BNPB melalui Bank BRI, Mandiri, dan BNI ke rekening masyarakat di Bank Aceh Syariah dan BSI. Dari jumlah tersebut, 1.596 KK telah terkonfirmasi menerima bantuan. Sementara sisanya masih menunggu proses kliring antarbank, serta terdapat beberapa kendala administratif seperti kekeliruan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang kini dalam proses penyelesaian oleh BNPB bersama BPBD Kabupaten Bireuen.

“Yang sudah terima DTH tidak lagi berhak terima huntara. Karena itu kami hadir di sini, untuk menjelaskan dan berdialog agar terhindar dari masalah ke depannya,” tegas Wagub.

Dalam rapat tersebut, para keuchik menyampaikan kondisi riil di lapangan. Hampir seluruh gampong terdampak menyatakan warganya menolak hunian sementara dan lebih memilih langsung ke hunian tetap (huntap).

Keuchik Pante Baro Kumbang, Marwan, mengatakan banyak rumah warganya hanyut akibat bencana. Namun setelah dilakukan pendataan dan komunikasi berulang, warga tetap menolak huntara.

“Mereka bilang tidak mau huntara, tetap mau langsung huntap. Alasannya tidak mau bercampur antar masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Rakor Bencana Hidrometeorologi, Wagub Aceh Soroti Listrik dan Meugang

Hal senada disampaikan Keuchik Raya Dagang, Mustafa. Menurutnya, warga menolak huntara karena rencana pembangunannya dilakukan secara terpusat di tingkat kecamatan, bukan di kampung asal. Warga memilih membersihkan rumah masing-masing meski masih terendam lumpur.

Sementara itu, Keuchik Lueng Kuli, Andri Suheri, menyebut warganya juga meminta hunian tetap, meskipun belum dapat memastikan waktu pembangunan.

Di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Keuchik Habibullah menyampaikan sebanyak 58 KK memilih menerima DTH dan tinggal di bilik bantuan. Namun demikian, masih terdapat 12 KK yang belum menerima DTH. Ia berharap pemerintah segera mencairkan bantuan tersebut, mengingat sebagian besar warganya telah kehilangan mata pencaharian selama dua bulan terakhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Warga Bireuen Kompak Tolak Huntara, Minta Huntap Langsung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!