Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 14:24 WIB

Rabu Abu di Banda Aceh: 400 Umat Katolik Mulai Perjalanan 40 Hari Menuju Paskah

Rabu Abu di Banda Aceh: 400 Umat Katolik Mulai Perjalanan 40 Hari Menuju PaskahSuasana khidmat Perayaan Rabu Abu di Gereja Katolik Hati Kudus Banda Aceh menjadi awal perjalanan rohani umat memasuki Masa Prapaskah. (Dok : Kemenag Aceh)

ACEH - Umat Katolik memasuki Masa Prapaskah, yakni masa pertobatan dan persiapan menyambut kebangkitan Yesus Kristus pada Hari Paskah. Periode rohani selama 40 hari ini diawali dengan perayaan Rabu Abu, yang menjadi penanda dimulainya perjalanan iman menuju Paskah.

Dalam tradisi Gereja Katolik, Perayaan Ekaristi Rabu Abu menjadi awal masa puasa dan pantang. Setelah misa, abu dioleskan pada dahi umat sebagai simbol pertobatan. Masa Prapaskah dipahami sebagai retret agung, di mana umat diajak memperdalam doa, menjalankan puasa, serta meningkatkan amal kasih.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Baron Ferryson Pandiangan bersama jajaran ASN Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Aceh mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu di Gereja Katolik Hati Kudus Banda Aceh, Rabu (18/2/2026).

Sekitar 400 umat dari Banda Aceh, Aceh Besar, hingga umat luar daerah yang sedang berada di kota tersebut turut ambil bagian. Kehadiran yang cukup ramai mencerminkan semangat iman dan kesiapan memulai Masa Prapaskah dengan hati tulus dan penuh harapan, meski hujan deras mengguyur Banda Aceh dan sekitarnya.

Perayaan dipimpin oleh Budi Alen Ratag, OCD, dan berlangsung khidmat.

Baca juga: Imlek 2026 di Banda Aceh: Jadwal, Lokasi, dan Barongsai di Peunayong

Dalam kotbahnya ia menegaskan pentingnya menjalankan puasa, doa, dan sedekah dengan ketulusan hati.

“Sedekah dan puasa tidak dilakukan untuk mencari pujian manusia, melainkan sebagai bentuk relasi pribadi dengan Allah. Mari kita memaknai Masa Prapaskah sebagai momentum pembaruan diri, memperdalam kehidupan rohani, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama,” ungkapnya.

Pembimas Katolik juga mengajak umat menghidupi tema Sinode VII Keuskupan Agung Medan, yakni berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan kabar baik kepada sesama.

“Selamat berpuasa dan berpantang selama 40 hari bagi umat Katolik di provinsi Aceh,” ucapnya.

Sesuai ketentuan Gereja Katolik, puasa wajib dilaksanakan pada Rabu Abu dan Jumat Agung, sementara pantang dijalankan pada Rabu Abu serta setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah hingga Jumat Agung. Puasa dimaknai sebagai makan kenyang satu kali sehari, sedangkan pantang diwujudkan dengan tidak mengonsumsi daging atau bentuk pengendalian diri lain, seperti menahan diri dari jajan maupun rokok.

Perayaan Rabu Abu berlangsung tertib dan lancar, menjadi awal perjalanan iman umat Katolik di Aceh dalam memasuki Masa Prapaskah 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag Aceh

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rabu Abu di Banda Aceh: 400 Umat Katolik Mulai Perjalanan 40 Hari Menuju Paskah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!