ACEH - Sebanyak 1.567 batang pohon ditanam di Kota Banda Aceh dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang dipusatkan di daerah tersebut sebagai tuan rumah kegiatan.
Penanaman pohon ini dilaksanakan di beberapa titik, di antaranya Jalan Teuku Nyak Arief kawasan Lamnyong, Tugu Pena Kecamatan Syiah Kuala, serta tambahan di Gampong Lampulo dan kawasan Kilometer Nol Kota Banda Aceh. Total 440 batang pohon di antaranya ditanam di dua lokasi terakhir tersebut.
Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi mangga, tabebuya, ketapang, jeumpa, hingga cemara laut. Kegiatan penanaman dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes, bersama Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh, Illiza, menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang telah mempercayakan Kota Banda Aceh sebagai lokasi pelaksanaan HKB 2026.
“Ini bentuk upaya kita yang nyata dalam mencegah bencana. Karena mitigasi vegetasi ini memang terlihat sederhana, tapi dampaknya sangat besar,” ujarnya.
Baca juga: Tanam 30 Pohon di Tibang, APEKSI 2026 Tinggalkan Jejak Hijau di Banda Aceh
Illiza juga menuturkan bahwa Banda Aceh telah memiliki program gampong pro iklim yang melibatkan masyarakat, termasuk perempuan, dalam upaya ketangguhan bencana. Aktivitas tersebut mencakup penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan berbagai kegiatan lingkungan lainnya.
“Karena menjaga lingkungan bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Vegetasi hari ini bukan sekadar penghijauan, tapi benteng alami kota yang menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi risiko bencana serta warisan bagi generasi yang akan datang,” tutupnya.
Sementara itu, Sestama BNPB, Dr. Rustian, dalam kesempatan yang sama menyampaikan pesan dari Kepala BNPB kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar tanaman yang telah ditanam dapat dirawat dengan baik hingga tumbuh optimal.
“Kami sangat mendukung program-program penghijauan dan konservasi serupa. Kami berharap semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya untuk berinovasi dalam upaya pengurangan risiko bencana dan menjaga kelestarian sumber daya alam,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh