Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 21:44 WIB

Keren! Mahasiswa Sulap Buah Nipah dan Kopi Gayo Jadi Minuman Kekinian Berbasis Kearifan Lokal

Keren! Mahasiswa Sulap Buah Nipah dan Kopi Gayo Jadi Minuman Kekinian Berbasis Kearifan LokalNipharia, minuman berbasis Kopi Gayo dan buah nipah, menjadi bukti inovasi mahasiswa dalam mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai ekonomi dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (Dok : USK)
ACEH -
Sekelompok mahasiswa dari berbagai program studi berhasil menghadirkan inovasi minuman fungsional berbasis kearifan lokal bernama Nipharia. Produk tersebut memadukan kopi Arabika Gayo premium dengan buah nipah (Nypa fruticans), tanaman khas rawa pesisir Aceh yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Tak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, Nipharia juga membawa misi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan komoditas lokal yang bernilai ekonomi. Berkat inovasi tersebut, tim Nipharia berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Ketua Tim Nipharia, Teuku Arief Kamilussyifak, mengatakan ide tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya literasi gizi serta minimnya pemanfaatan buah nipah, khususnya di kalangan generasi muda.

“Kami melihat ada kesenjangan antara kekayaan hayati di pesisir Aceh dengan gaya hidup urban modern. Nipharia hadir untuk mengisi celah itu. Kami ingin membuktikan bahwa komoditas lokal, jika diolah dengan riset dan branding yang tepat, bisa menjadi produk unggulan yang membanggakan,” ujar Arief.

Nipharia dikembangkan dalam bentuk cold brew kopi yang dipadukan dengan sirup dan jeli buah nipah sebagai pemanis alami. Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa yang khas sekaligus menawarkan kandungan serat yang bermanfaat bagi kesehatan.

Baca juga: Wisata Kebun Kopi Tanah Gayo: Surga Agrowisata dengan Panorama Alam yang Memikat

Dosen pembimbing tim, Fakhri Ramadhan, M.Sc., menjelaskan bahwa pengembangan Nipharia dilakukan melalui pendekatan yang terencana, mulai dari pengolahan bahan baku hingga strategi pemasaran, guna memastikan keberlanjutan usaha.

“Setiap tahapan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga strategi marketing, telah kami rancang dengan matang. Kami ingin Nipharia tidak sekadar meramaikan pasar Food and Beverage (F&B), tetapi juga memberikan dampak nyata bagi ekosistem ekonomi daerah dan keberlanjutan lingkungan rawa,” jelas Fakhri.

Respon pasar terhadap Nipharia pun terbilang positif. Pada ajang Bhayangkara Fest, seluruh produk yang dibawa tim habis terjual. Saat ini, minuman yang dipasarkan seharga Rp20.000 per botol tersebut telah tersedia di berbagai lokasi, seperti kantin AAC dan FEB, sejumlah kedai kopi lokal, serta kawasan Car Free Day (CFD) Banda Aceh.

Ke depan, tim Nipharia berkomitmen memperkuat empat fokus utama, yakni meningkatkan nilai komoditas pesisir, mendorong gaya hidup sehat, memberdayakan ekonomi masyarakat lokal, serta mendukung pelestarian ekosistem rawa.

“Bisnis ini adalah wujud kontribusi kami terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kami berharap kehadiran Nipharia dapat menjadi pelopor dalam pengembangan agroindustri berbasis bahan baku lokal yang mampu bersaing di pasar modern,” tutup Arief.

Tim pengembang Nipharia terdiri atas Teuku Arief Kamilussyifak, Zia Mahira, Muhammad Nabil, Muhammad Isra Aguza dari Program Studi Manajemen, serta Balqis Nabilah Putri dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: USK

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keren! Mahasiswa Sulap Buah Nipah dan Kopi Gayo Jadi Minuman Kekinian Berbasis Kearifan Lokal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!