Jumat, 04 JULI 2025 • 08:28 WIB

Warga Aceh Besar Krisis Air Bersih, Kinerja PDAM Dipertanyakan

Author

Bak mandi warga yang terisi dengan air tak layak pakai. (Dok : Instagram/@acehbesarnow)
ACEH -
Krisis air bersih terjadi pada warga di beberapa kecamatan di Aceh Besar. Hal ini sudah berlangsung berhari-hari membuat aktivitas dasar warga terganggu.

Dalam beberapa hari terakhir, air PDAM  sempat mati selama 24 jam. Warga resah dan kelimpungan mencari air ke tempat lain dikarenakan krisis air.

Setelah air kembali mengalir, kualitas air yang didapat malahan keruh dan berwarna coklat. Airnya juga berbau dan berlumpur sehingga warga tidak berani menggunakan air tersebut lantaran dianggap tidak layak. 

Warga mempertanyakan kinerja instansi terkait yang dinilai tidak profesional. Mereka menginginkan langkah nyata agar air bersih didistribusikan segera.

Kami sekeluarga harus pergi ke sungai untuk mandi karena tidak ada air,” ujar salah satu warga Seulimeum.

Untuk memasak, warga bisa menggunakan air isi ulang, namun untuk kepentingan sanitasi warga kesulitan air.

Baca juga: Camat Meuraxa Banda Aceh dan Satpol PP-WH Menertibkan PKL yang Tidak Taat Aturan

Disisi lain, bahkan ada warga yang berkata ketika ia ke salah satu mesjid, airnya sangat kotor sehingga tidak bisa dipakai untuk berwudhu.

Tak hanya mesjid, fasilitas kesehatan seperti Puskesmas setempat juga mengalami hal sama, kekurangan air bersih.

Puskesmas mati air, gimana kalau ada hal mendesak. Harusnya jauh-jauh hari diberitahukan kalau ada kendala air.” ujar salah satu warga pada akun sosial medianya.

Bahkan salah satu warga mengatakan bahwa Perumnas Jantho yang notabenenya adalah ibu kota Aceh Besar saja tiap Senin-Jumat kekurangan air bersih. Bahkan hari libur juga terkadang tidak ada air.

Dari pantauan akun Instagram PDAM, pihak mereka sudah mengumumkan bahwa ada akan ada pengurasan dan pembersihan bak reservoir instalasi. Sehingga para pelanggan wilayah terdampak dihimbau untuk menampung air dahulu sebelum perbaikan dilaksanakan pada Rabu, 2 Juli 2025 pukul 08.00 WIB dengan estimasi normalisasi lebih kurang 9 jam. Namun hingga berita ini diterbitkan warga masih krisis air. 

Pemberitahuan resmi dari PDAM mengenai gangguan distribusi pengaliran. (Dok : Instagram/@tirtamountala.acehbesar)

Menanggapi keluhan warga, pihak PDAM melakukan klarifikasi terkait krisis air bersih di Aceh Besar. 

PDAM Tirta Mountala dalam keterangannya mengatakan penyebab air keruh adalah karena adanya pembersihan rutin yang dilakukan pada instalasi Water Treatment Plant (WTP) di desa Buga. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas air dan melancarkan distribusi air ke seluruh pelanggan, sehingga dilakukan perawatan sistem.

Lebih lanjut, pihak PDAM memastikan bahwa air yang didistribusikan tetap aman dan telah memenuhi parameter baku mutu sesuai standar yang berlaku.

Terkait klarifikasi tersebut, warga merasa kurang puas atas pembelaan PDAM. “Air keruh dan bau begitu dibilang aman. Emangnya kalian mau mandi pake air begitu?” protes salah satu warga.

Menurut pantauan, akun Instagram resmi @tirtamountala.acehbesar diserbu warga yang memprotes. 

Air di desa Santan, kecamatan Ingin Jaya beberapa hari ini parah kali. Hubungi cs ga ada respon. Gimana pelayanan publiknya. Tolong lah air itu penting. Kami bayar pun ga pernah telat.” protes salah satu warga di kolom komentar. 

Warga berharap pihak terkait untuk berbenah diri dan berkomitmen baik dalam melayani masyarakat.

Untuk laporan, warga bisa menghubungi Call Center PDAM pada WA/Telpon : 0813 2424 0303.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pantauan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU