Kamis, 10 JULI 2025 • 14:07 WIB

Kolaborasi Cerdas: Banda Aceh Perkuat Smart City dan Pelayanan Publik Lewat MoU Regional

Author

Pemko Banda Aceh bekerja sama dengan Pemkab Aceh Tenggara, Pemkab Aceh Selatan, dan Pemkab Aceh Barat dalam bidang Tata Kelola Pemerintahan (good governance) dan Program Kota Cerdas (smart city). (Dok : diskon info.bandaacehkota.go.id)
ACEH - 
Pemko Banda Aceh akan bekerja sama dengan Pemkab Aceh Tenggara, Pemkab Aceh Selatan, dan Pemkab Aceh Barat dalam bidang Tata Kelola Pemerintahan (good governance) dan Program Kota Cerdas (smart city).

Kesepakatan tersebut disahkan melalui penandatangan MoU oleh Wali Kota Banda Illiza Sa'aduddin Djamal, Bupati Aceh Tenggara M Salim Fakhry, Bupati Aceh Selatan Mirwan, dan Bupati Aceh Barat Tarmizi. Penandatangan tersebut dilakukan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh pada Rabu (09/07/2025).

Tujuan kerjasama ini untuk mengoptimalkan dan menunjang tugas-tugas yang berkaitan dengan pembangunan daerah dalam rangka penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan dan Program Kota Cerdas.

Sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya para pihak untuk percepatan pembangunan daerah, kepercayaan masyarakat dengan memaksimalkan pelayanan publik, peningkatan perekonomian daerah, dan kesejahteraan masyarakat. Illiza mengungkap bahwa kerja sama dengan tiga daerah tersebut merupakan sebuah kehormatan.

Merupakan sebuah kehormatan bisa mewujudkan kerja sama dan kolaborasi untuk saling berbagi best practice dengan daerah ketiga hebat ini,” ujar Wali Kota Illiza usai penandatanganan MoU.

Illiza mengatakan dalam program pembangunan kota Banda Aceh, dirinya akan fokus pada sejumlah strategi program seperti peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan pendapatan asli daerah, penurunan angka kemiskinan, dan penuntasan Tenaga Non ASN menjadi PPPK.

Selain itu juga akan fokus pada penyelesaian utang, penantaan pasar, hingga pertanggungjawaban kinerja ASN juga menjadi atensi.

Baca juga: Illiza Paparkan 7 Misi Pembangunan Banda Aceh di Musrenbang RPJM 2025–2029

Ini semua berkaitan erat dengan bagaimana kita bisa mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, serta mendistribusikan penggunaan IT menuju smart city,” ujarnya.

Visi Banda Aceh Kota Kolaborasi yang diusung Illiza-Afdhal bermuara pada percepatan pembangunan daerah. “Dan momentum penandatanganan MoU ini, menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik ke depan.”

Ia juga akan menghidupkan kembali program Banda Aceh Academy. “Kita juga menghidupkan kembali Banda Aceh Academy (BAA) yang dulunya kita adopsi dari Kota Apeldoorn, Belanda. Selain untuk meningkatkan kapasitas ASN, BAA juga kita rancang sebagai pusat kolaborasi pengembangan sdm, tenaga kerja terampil, dan wadah komunitas guna mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang berdaya saing. Nanti BAA juga terbuka mengadakan pelatihan bagi daerah lain.”

Lebih lanjut, Banda Aceh kini kembali berperan aktif di kancah internasional melalui keanggotaannya di UCLG-ASPAC, ICLEI, hingga GCom. Illiza pun berkata siap membantu jika ada kepala daerah lain yang ingin berpartisipasi. “Tentu banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dengan dukungan global. Dan saya siap memfasilitasi jika ada kepala daerah lain yang mau bergabung,” ujarnya.

Ia mengungkapkan akan siap berbagi ilmu kepada siapa saja dalam pelaksanaan dilapangan.

Banda Aceh dengan tangan terbuka siap untuk saling berbagi praktik terbaik. Kami memang bukan yang terbaik, tapi kami terus berjuang untuk memberikan yang terbaik,” ujar Illiza seraya berharap kolaborasi antar keempat kabupaten/kota ini dapat terjadi di masa mendatang.

Penandatanganan MoU kerjasama untuk wujudkan smart city, tingkatkan pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan. (Dok : diskominfo.bandaacehkota.go.id)

Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara M Salim Fakhry mengatakan dirinya hadir bersama Ketua DPRK Denny Febrian Roza plus sembilan OPD terkait untuk meneken MoU dengan Pemko Banda Aceh.

Ia mengatakan bahwa kemajuan kota Banda Aceh memotivasi pemerintah kabupaten Aceh Tenggara untuk berbenah diri.

Kami sadar daerah kami masih jauh tertinggal, makanya kami ingin mewujudkan kesepakatan bersama ini. Apa yang bisa kami contoh, akan kami terapkan di Aceh Tenggara. Kenapa Banda Aceh bisa maju, ini yang memotivasi kami,” ujarnya.

Ia pun optimistis dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, Aceh Tenggara akan lebih maju di masa depan. "Keseriusan kami datang dengan pasukan lengkap hari ini. Kami ingin maju bersama. Kami berharap bisa memanfaatkan MoU ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan daerah," ujarnya lagi.

Di tempat yang sama, Illiza juga meneken MoU dengan Direktur Utama Bio-Lab Diagnostic Center Deydi Fitriadi Poetra. Objek kesepakatan bersama ini adalah penyelenggaraan pemeriksaan laboratorium untuk mendukung pengobatan pasien pada puskesmas di Banda Aceh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Prokopim.bandaacehkota.go.id, Diskominfo.bandaacehkota.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU