ACEH - Sebanyak empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemko Banda Aceh dilantik oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal. Pelantikan dilaksanakan pada Selasa (08/07/2025) di pendopo.
Dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut, turut hadir pula Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, duo Wakil Ketua DPRK Musriadi Aswad dan Daniel Abdul Wahab, Pj Sekda Jalaluddin serta para kepala OPD.
Keempat pejabat eselon dua tersebut, yakni Alriandi Adiwinata, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota; Fahmi, Kepala Dinas Tenaga Kerja; Sukmawati, Kepala Dinas Sosial; dan M Rizal, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Banda Aceh nomor 800.1.3.1/830/2025 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Wali Kota Illiza menyampaikan amanat agar membangun suasana kerja yang sehat, produktif, dan adaptif terhadap perubahan zaman sehingga kualitas pelayanan publik semakin baik. “Jadikan pelayanan publik yang berkualitas sebagai orientasi utama setiap kebijakan dan program kerja.”
Illiza menyampaikan benerapa arahan dan harapan kepada para pejabat yang baru dilantik. Kepada Kepala BPKK, ia mengingatkan tantangan terbesar ke depan adalah meningkatkan pendapatan asli daerah. “Kita tidak bisa terus bergantung pada dana transfer pusat.”
“Saudara harus mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan pendapatan, melakukan pemutakhiran data objek pajak dan retribusi secara menyeluruh, serta memperkuat sistem pengawasan aset daerah,” ujarnya.
Wali kota juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam layanan keuangan. Untuk itu ia berharap pejabat terkait dapat membangun sistem yang mempermudah masyarakat. “Bangunlah sistem yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya lagi.
Baca juga: Pertanggungjawaban APBK Banda Aceh 2024 Disahkan, Siap Dievaluasi Gubernur
Kepada kepala dinas tenaga kerja, ia mewanti-wanti tingkat kemiskinan merupakan persoalan nyata. Untuk itu harus ada persiapan tenaga kerja agar lebih kompeten. “Kita memerlukan terobosan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang lebih kompeten dan siap bersaing.”
Salah satu program prioritas yang harus segera ditindaklanjuti adalah Banda Aceh Academy yang merupakan sebuah platform pelatihan dan inkubasi digital yang menjadi ruang bagi generasi muda dan pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan dan akses ke dunia kerja. Dalam arahannya, Illiza menjadikan program Banda Aceh academy menjadi prioritas.
“Saya minta saudara menjadikan program ini sebagai prioritas utama dan mengorkestrasi kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaannya,” kata Illiza.
Sementara Kasatpol PP/WH Banda Aceh diminta agar segera melakukan pengaturan ulang pola kerja dalam rangka mewujudkan kenyamanan dan kenyamanan kota sebagai wajah pemerintah.
“Masyarakat masih menyampaikan berbagai keluhan terkait pelanggaran qanun, ketidaknyamanan di ruang publik, dan belum maksimalnya penegakan syariat Islam,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prokopim.bandaacehkota.go.id