ACEH - Tim Dinas Lingkungan, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh yang dikoordinir oleh Kepala Bidang Tata Hidup melakukan pemasangan tiang Alat Ukur Udara Passive Sampler yang patah dan hilang didua lokasi yaitu Kawasan Perumahan desa Lampriet serta Kawasan Perkantoran Balaikota Banda Aceh.
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Ir. Cut Safarina Yulianti, S.T., M.M., M.T., yang mewakili Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa tujuan pemasangan tersebut untuk memperoleh data kualitas udara yang akurat dan merata di berbagai zona aktivitas masyarakat.
“Alat passive sampler yang akan dipasang nantinya merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, disalurkan melalui DLHK3 Banda Aceh. Ini menjadi upaya untuk menjaga kualitas udara dan memenuhi target indeks kualitas udara nasional,” jelas Cut Safarina.
Baca juga: DLHK3 Banda Aceh Terima 2 Ekskavator Baru untuk Tingkatkan Pengelolaan Sampah
Kegiatan yang menjadi agenda nasional dua kali setahun ini senantiasa diikuti secara aktif oleh Banda Aceh.
Selain itu, tindakan tersebut juga bertujuan untuk memastikan pemantauan kualitas udara ambien dengan metode serupa berjalan dengan baik dan aman selama 14 hari pemaparan sampler di 4 kawasan di Kota Banda Aceh hingga pekan depan.
Keempat kawasan tersebut yaitu Kawasan Transportasi simpang Lima, Kawasan Perumahan desa Lampriet, Kawasan Perkantoran Balaikota Banda Aceh dan Kawasan Industri Pabrik Tahu Punge Blang Cut.
Berdasarkan data tahun 2024, nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) Kota Banda Aceh mencapai di atas 80. Yang mana angka ini termasuk dalam kategori Baik. DLHK3 berkomitmen untuk mempertahankan dan berusaha akan meningkatkan angkat tersebut.
Untuk meningkatkan kualitas udara, Cut Safarina mengajak semua pihak untuk mendukung, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Langkah kecil seperti tidak membakar sampah sembarangan, melakukan pelayanan kendaraan secara berkala, hingga beralih ke transportasi umum bisa berdampak besar. Sementara dari pihak pemerintah, perlu dilakukan pengawasan dan edukasi dalam menjaga kualitas udara, serta program penghijauan masyarakat yang konsisten,” ungkap Cut Safarina lugas.
“Udara yang bersih dan sehat akan berdampak langsung terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Maka mari berkolaborasi menjaganya bersama-sama. Jika udara kita baik, maka kesehatan masyarakat pun akan terjaga. Kami berharap semua elemen kota dapat berkolaborasi mewujudkan Banda Aceh yang bersih, sehat, dan asri,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: DLHK3.bandaacehkota.go.id