Kamis, 24 JULI 2025 • 22:53 WIB

Ketua BEM USK Muhammad Ikram Terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM SI-K 2025–2026

Author

Muhammad Ikram, Ketua BEM USK, terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM SI-K 2025–2026. (Dok : Instagram/@bem_usk)

ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK, Muhammad Ikram, resmi terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia – Kerakyatan (BEM SI-K) periode 2025–2026 pada Musyawarah Nasional yang berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat.

Terpilihnya Ikram menjadi bukti bahwa Aceh, khususnya USK, terus memainkan peran penting dalam mengarahkan dinamika gerakan mahasiswa Indonesia. Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Ia mengaku bangga karena kepemimpinan mahasiswa USK kembali diakui di tingkat nasional.

“Ini bukan hanya prestasi pribadi atau organisasi, tetapi pencapaian seluruh sivitas akademika USK. Kami sangat bangga, karena semangat kepemimpinan mahasiswa kita kembali diakui di level nasional,” ujarnya.

Ikram melakukan orasi kemenangan di hadapan puluhan delegasi kampus dari seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa peran mahasiswa harus kembali berpihak kepada rakyat, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan.

Baca juga: USK dan PT Tusam Hutani Lestari Jalin Kerja Sama Konservasi Gajah Sumatera

“Saya bukan hanya membawa suara mahasiswa Aceh. Saya membawa jejak sejarah panjang rakyat Aceh yang tak pernah tunduk. Terlalu banyak yang melupakan bahwa di ujung barat ini pernah tumbuh kekuatan yang menggetarkan pusat,” tegas Ikram.

Ia menambahkan bahwa Aceh, meski berada di ujung barat Indonesia, tidak berarti berada di pinggiran peran. “Gerakan dari pinggiran bisa menggugah pusat. Hari ini, Aceh bangkit bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Indonesia,” tambahnya.

Muhammad Ikram berhasil meraih kepercayaan delegasi nasional setelah mengungguli kandidat dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Konsistensinya dalam mengawal isu-isu kerakyatan, seperti pendidikan, penggusuran, kemiskinan, dan kebebasan sipil, menjadi alasan utama terpilihnya ia sebagai Koordinator Pusat.

Dalam masa kepemimpinannya, Ikram berkomitmen untuk memperkuat konsolidasi lintas daerah dan menjadikan BEM SI sebagai ruang perjuangan mahasiswa yang nyata.

Baca juga: USK Gelar Aceh Mandarin Camping 2025, Perkuat Literasi Bahasa Asing untuk Masyarakat

“Mahasiswa tidak besar karena fasilitasnya, tapi karena keberanian bersuara saat banyak yang diam,” ucapnya.

Kemenangan ini disambut dengan antusias oleh berbagai elemen mahasiswa di Aceh. Banyak yang menilai keterpilihan Ikram sebagai momentum untuk mengembalikan marwah Aceh sebagai tanah perjuangan sekaligus pusat kesadaran nasional.

Di media sosial, mahasiswa USK maupun dari berbagai kampus lainnya menyampaikan dukungan serta harapan besar terhadap arah baru gerakan mahasiswa di bawah kepemimpinan Ikram. Dengan mengusung semangat ‘Bergerak dari Ujung untuk Menyentak Pusat,’ Muhammad Ikram bertekad membawa spirit perjuangan mahasiswa Aceh ke level nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU