Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 23:29 WIB

Aktivitas Burni Telong Meningkat, Jalur Evakuasi di Aceh Disiagakan

Author

Ilustrasi gunung api Burni Telong (dok : freepik/AI)

ACEH - Aktivitas Gunung Api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah meningkat signifikan sejak pertengahan September 2025. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, S.T., M.Si., mengumumkan bahwa berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status gunung tersebut resmi naik dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) pada 22 September 2025 pukul 21.00 WIB.

Menurut data PVMBG, sepanjang 1–21 September 2025 tercatat 100 gempa vulkanik dalam, 26 gempa tektonik lokal, dan 60 gempa tektonik jauh. Kondisi ini meningkat pada 22 September, dengan catatan 20 kali gempa vulkanik dalam, 4 kali gempa tektonik lokal, serta 2 kali gempa tektonik jauh. Beberapa guncangan berkekuatan 2–3 skala MMI bahkan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar gunung.

Peningkatan aktivitas ini ditandai dengan akumulasi tekanan di kedalaman dangkal yang berpotensi memicu aktivitas vulkanik lebih lanjut. Meski begitu, Taufik menegaskan bahwa kenaikan status menjadi Waspada bukan berarti letusan pasti terjadi, melainkan peringatan dini agar masyarakat tetap berhati-hati dan tidak panik.

Baca juga: Aktivitas Meningkat, Burni Telong Naik Status Waspada Level II

Dalam beberapa bulan terakhir, Gunung Api Burni Telong memang menunjukkan fluktuasi aktivitas. Pada 2 Agustus 2025, statusnya sempat naik menjadi Waspada akibat gempa vulkanik dangkal, lalu kembali Normal pada 8 September. Namun, status kembali dinaikkan ke Waspada pada 22 September karena lonjakan signifikan aktivitas kegempaan yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Kepala Dinas ESDM Aceh menegaskan fenomena ini menunjukkan adanya instabilitas sistem vulkanik dengan pergerakan magma di kedalaman dangkal. Ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati, mengikuti arahan resmi PVMBG dan BPBD, serta menghindari tindakan yang membahayakan diri maupun orang lain.

Baca juga: Kasus Pencurian di Bener Meriah Diselesaikan dengan Perdamaian Kekeluargaan

Masyarakat dilarang keras mendekati kawah dalam radius 1,5 kilometer. Selain itu, warga diminta menjauhi area fumarola atau solfatara, terutama saat hujan, karena potensi gas beracun bisa mengancam kesehatan. Taufik juga mengingatkan warga agar tidak berlama-lama beraktivitas di puncak gunung serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi alam di sekitarnya.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI/Polri, camat, dan kepala desa diminta memastikan jalur evakuasi serta lokasi darurat pengungsi siap digunakan kapan saja, sekaligus memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Antisipasi ini penting agar warga tetap tenang, namun siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Koordinasi lintas sektor juga ditekankan, supaya informasi resmi dari PVMBG dan Pos PGA Burni Telong dapat segera disebarkan secara cepat dan tepat. Dengan begitu, penyebaran kabar tidak akurat yang berpotensi menimbulkan keresahan dapat dihindari.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mohon warga tetap waspada, disiplin mengikuti arahan resmi, dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, kita bisa menghadapi situasi ini dengan tenang,” ujar Taufik menutup pernyataannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU