Pekan Kebudayaan Bireuen Resmi Ditutup, Sekda Aceh: Saatnya Bangkit Lewat Budaya dan Ekonomi Rakyat
ACEH - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA., menghadiri acara penutupan Pekan Kebudayaan Bireuen (PKB) I yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Bireuen.
Acara berlangsung meriah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, pada Sabtu malam (11/10/2025).
Dalam sambutannya, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
Mengusung tema “Mahakarya Bumoe Jeumpa”, Sekda Aceh menilai perayaan ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi momentum penting untuk mengenang sejarah, memperkuat identitas daerah, dan meneguhkan semangat juang masyarakat Kota Juang.
Baca juga: Meulaboh Rayakan Ulang Tahun ke-437, Wagub Aceh Pimpin Pembukaan PKAB 2025
“Melalui kegiatan kebudayaan seperti ini, kita dapat menggali kembali nilai-nilai luhur serta memperkokoh kebanggaan terhadap warisan budaya Bireuen,” ujar M. Nasir.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan tradisi, memperkuat kolaborasi, dan berinovasi agar Bireuen terus maju tanpa kehilangan jati dirinya.
M. Nasir turut menyinggung perjalanan sejarah Bireuen yang pernah menjadi pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1947–1948.
“Sejarah ini menjadi fondasi moral dan kebanggaan kita semua. Maka tidak berlebihan bila Bireuen dijuluki sebagai Kota Juang, karena di sinilah semangat keberanian, keteguhan, dan nasionalisme tumbuh kuat menjiwai masyarakat hingga kini,” tegasnya.
Baca juga: HUT Meulaboh & PKAB 2025 Dibuka, Warga Antusias Rayakan Budaya Lokal!
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan masyarakat Bireuen masa kini bukan lagi perjuangan fisik, melainkan perjuangan membangun ekonomi rakyat dan mendorong kemajuan daerah.
“Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung langkah-langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memperkuat sektor perdagangan, pertanian, UMKM, serta industri kreatif berbasis potensi lokal,” ucapnya.
M. Nasir juga menilai pelaksanaan Pekan Kebudayaan Bireuen I sebagai bukti nyata bahwa kebudayaan dapat menjadi sumber kekuatan sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui kegiatan seperti pawai budaya, festival seni, dan pameran pembangunan, masyarakat diajak untuk lebih mengenal, menghargai, serta melestarikan warisan budaya daerah.
Ia menegaskan, semangat tersebut sejalan dengan Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pemajuan Kebudayaan Aceh, yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Menutup sambutannya, M. Nasir berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Bireuen sebagai “kota budaya dan ekonomi rakyat” di wilayah tengah-utara Aceh.
“Mari kita jadikan semangat Kota Juang bukan sekadar kenangan sejarah, tetapi kekuatan moral untuk membangun masa depan Bireuen yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Aceh Barat