Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 19:53 WIB

Ramai Pria Bercelana Pendek, Satpol PP-WH Banda Aceh Turun Tangan!

Author

Petugas Satpol PP-WH Banda Aceh terus rutin turun ke lapangan untuk menegur dan membina warga yang belum berpakaian sesuai syariat. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH -
Publik tengah menyoroti fenomena maraknya pria mengenakan celana pendek di ruang publik Banda Aceh. Menanggapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP–WH) Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan, pembinaan, dan peneguran langsung terhadap pelanggaran busana Islami di berbagai lokasi di ibu kota Provinsi Aceh itu.

Kepala Satpol PP–WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam menegakkan Qanun Syariat Islam, khususnya yang berkaitan dengan adab dan etika berpakaian Islami di ruang publik.

“Selama ini Satpol PP–WH Kota Banda Aceh terus melakukan pengawasan di berbagai lokasi. Tidak hanya mengawasi, petugas kami juga memberikan peringatan dan pembinaan secara langsung face to face kepada siapa pun yang kedapatan tidak berbusana Islami ketika beraktivitas di tempat umum,” ujar Muhammad Rizal, Kamis (16/10/2025).

Rizal menambahkan, pihaknya didampingi oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, MPU Kota Banda Aceh, DAI Perkotaan, dan Muhtasib Gampong untuk memberikan pemahaman tentang tata cara berpakaian dalam Islam. Pendekatan yang digunakan, lanjutnya, tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif dan persuasif, agar masyarakat dapat memahami serta menumbuhkan kesadaran berpakaian sesuai tuntunan syariat Islam.

Baca juga: Bikin Resah Pengunjung, ODGJ di Depan Kedai Kopi Banda Aceh Langsung Diamankan Satpol PP

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara rutin di berbagai titik strategis, seperti kawasan wisata, ruang publik, jalan protokol, area kampus, hingga fasilitas olahraga. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Satpol PP–WH Kota Banda Aceh juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pengelola Blang Padang, Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, serta pihak Rektorat Universitas Syiah Kuala, guna memastikan seluruh aktivitas masyarakat dan mahasiswa di lokasi tersebut tetap berlangsung sesuai nilai-nilai Syariat Islam.

“Kami terus berkolaborasi dengan pengelola kawasan publik dan berbagai elemen masyarakat. Ini penting agar penerapan Qanun Syariat Islam tetap berjalan meskipun petugas Satpol PP–WH tidak sedang berada di lokasi,” tambahnya.

Muhammad Rizal juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama para ulama, tokoh masyarakat, dan warga Banda Aceh yang terus menunjukkan kepedulian terhadap pelaksanaan Syariat Islam di kota ini.

“Kami berterima kasih atas masukan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh berbagai pihak terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Banda Aceh. Kepedulian tersebut menjadi bahan bakar bagi kami dalam menjalankan tugas pengawasan di lapangan,” ujar mantan Camat Baiturrahman itu.

Baca juga: Satpol PP-WH Amankan 7 Remaja Pesta Miras dan Seks di Darul Imarah Aceh Besar

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Syariat Islam di Banda Aceh membutuhkan dukungan dan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat penegak qanun.

“Kami sangat berharap dukungan dan peran aktif semua pihak sesuai tupoksinya masing-masing. Orang tua menasihati anaknya di rumah, guru mengingatkan murid di sekolah, ustaz menyampaikan nasihat melalui mimbar masjid dan pengajian, para pimpinan memberi contoh di lingkungan kerja, serta aparatur gampong mengeluarkan imbauan kepada warganya,” harap Rizal.

Sebagai langkah lanjutan, Satpol PP–WH Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus menyesuaikan pola pengawasan agar lebih efektif dan terasa dampaknya di masyarakat.

“Kami akan terus mengevaluasi pola pengawasan dan pembinaan agar semakin efektif. Ke depan, kami juga akan memperkuat kerja sama lintas sektor untuk melahirkan terobosan baru dalam pengawasan Syariat Islam, khususnya dalam pembinaan busana Islami,” tegas Muhammad Rizal.

Menutup pernyataannya, Rizal berharap publik tidak menilai penegakan Syariat Islam hanya dari kegiatan razia semata, karena pengawasan dan pembinaan di lapangan terus dilakukan melalui pendekatan edukatif, preventif, dan persuasif.

“Mungkin masyarakat tidak selalu melihat kegiatan kami karena tidak semuanya dilakukan dalam bentuk operasi besar. Namun setiap hari petugas kami turun langsung, menegur, membina, dan mengedukasi masyarakat secara santun,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU